PADANGPARIAMAN,BRAVOSUMBAR-Aster
Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI G E Supit mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi
Tjahjanto, membuka Pencanangan TNI Manunggal KB-Kes Tingkat Nasional 2019 di
Pantai Kata Kota Pariaman, Senin (4/3).
Pencanangan
TNI Manunggal KB-Kes Nasional 2019, ditandai dengan Pemukulan beduk oleh Aster Panglima TNI Mayjen, G E Supit, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Sestama BKKBN Pusat,
Nofrijal, Walikota Pariaman Genius Umar dan para Danrem se Indonesia.
Dalam
pembukaan kegiatan tersebut, diawalai dengan penampilan sejumlah kesenian
Lokal, seperti tari persambahan, tari piring, dan penampilan lainya, yang
membuat pencanangan TNI KB-Kes Nasional ini semakin semarak.
Dalam
sambutan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang dibacakan Aster Panglima TNI Mayjen
G E Supit, menyampaikan, penduduk merupakan aset penting, yang sangat
menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Untuk itu, aspek kualitas dan
kuantitas, menjadi sangat penting diperhatikan oleh pemerintah.
Untuk
mengantisipasi Ledakan Penduduk Indonesia yang diperkirakan terjadi tahun 2035
mendatang, maka isu utama yang diangkat dalam pencanangan TNI Manunggal KB Kes
Nasional ini harus diperhitungkan.
”Untuk itu,
mengambil peran ikut mensosialisasikan serta membantu pemerintah, mengendalikan
laju pertumbuhan penduduk, sehingga kuantitas penduduk seimbang dengan
ketersediaan pangan dan energi,”jelasnya.
Ia
menjelaskan, pada 2035 pemerintah memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia,
bakal menembus angka 305, 6 juta jiwa. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari
ledakan penduduk tersebut, yaitu ancaman ketahanan pangan, energi, serta
terabatasnya lapangan pekerjaan.
Sementara
itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, keberhasilan program KB memang
membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu tambahnya, pentingnya mengutamakan
kebersamaan, saling mendukung, tidak ego sektoral, namun lebih kepada
menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Dengan
adanya bonus demografi jumlah penduduk usia produktif semakin banyak sehingga
harus diiringi dengan peningkatan kualitas, sehingga dengan program KKBPK
diharapkan terbentuk suatu karakter yang dapat meningkatkan kualitas SDM Itu
sendiri,” ujarnya.
Sestama
BKKBN Pusat, Nofrijal mengatakan, masyarakat Indonesia mesti siap menghadapi
puncak bonus demografi 2030 mendatang. Bonus ini dapat diartikan jumlah usia
penduduk produktif lebih tinggi dari penduduk non produktif. Untuk itu
pengendalian penduduk sangat penting untuk negara.
“Ada
persoalan yang mendasar yang menyerang program pengendalian penduduk di
Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini sebanyak 1,24 persen
pertahun, padahal kata pakar, jumlah penduduk di bumi idealnya hanya 6,5
miliar, maka dari itu kita harus cepat mencegahnya,” pungkasnya. (naldi)
COMMENTS