PADANG, BRAVOSUMBAR- Gubernur Sumbar diwakili Wakil
Gubernur, Nasrul Abit membuka secara resmi Rakerda program Kependudukan
Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2019 dengan mengusung tema
meningkatkan sinergintas implementasi program kerja pusat dan daerah dalam
mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas di hotel Mercure
Padang, Selasa (12/3/19).
Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, pertumbuhan
penduduk yang tinggi yang tidak diimbangi dengan kualitas hidup maka tidak
terwujud kesejahteraan masyarakat. Maka untuk meningkatkan kualitas hidup banyak kendala di Lapangan, karna saat msih
ditemui kasus stunting di kabupaten dan kota Pasaman, Pesaman Barat dan Solok.
Maka butuh pemerintahan daersh untuk mengantisipasi kasus stunting ini.
Kemudian juga juga Kabupaten tertinggal seperti Solsel, Pasaman Barat dan Mentawai
Maka pembangunan SDM yang berkualitas harus
direncanakan sejak remaja,, hingga perkawinan dan 100 hari kehidupan. Maka
BKKBN diberi tanggungjawab dalam nawacita dalam meningkatkan kualitas SDM dan membangun karakter dari Keluarga.
"Maka mewujudkan keberhasilan program
pembangunan Kependudukan dalam mencapai bonus demografi buru sinergintas dari
berbagai unsur di tengah tengah masyarakat," ujar Nasrul.
Sementara itu Sestama BKKBN Pusat Nofrijal SH MH
mengatakan, Sumbar merupakan peringkat ketiga dalam suksesnya dalam menjalankan
program BKKBN di Indonesia. “Program KB
tidak saja mengatur persoalan mengatur kelahiran akan tetapi bagaimana
meningkatkan kejahteraan dan Kesehatan penduduk, "ujar Nofrijal.
Dikatakan Nofrijal, tahun depan Kota Padang Sumbar
merupakan menjadi tuan rumah Harganas yang ke 27. Maka diharapkan kepada Pemko
Padang untuk membumingkan sejak sekarang. Sehingga realisasi Pelaksanaan
kegiatan Harganas tersebut sukses.
"Rakerda Program KKBPK merupakan kegiatan
tahunan yang diselenggarakan BKKBN Sumbar, sebagai tindak Lanjut Rakernas 25-28
Februari 2019 di Jakarta, dengan tujuan meningkatkan sinergitas, komitmen dan
dukungan pemerintah daerah dan mitra kerja dalam pengelolaan dan pelaksanaan
Program KKBPK guna meningkatkan kualitas SDM Indonesia, "ujar Kepala BKKBN
Sumbar Syahruddin, dalam laporanya.
Syahruddin mengatakan, Sumbar merupakan daerah yang
mendapatkan bonus demografi, terutama di Dharmasraya. Maka diharapkan masyarkat
Sumbar untuk ikut keluarga berencana akan bepeluang mendapatkan bonus
demografi. Maka butuh dukungan dari pemerintah, lembaga medis, para dokter
petugas kesehatan dan tokoh masyarakat.
“Di Sumbar telah terbentuk 394 kampaung KB di
Kabupaten dan kota, untuk mendukung sukses nya program keluarga berencana di
Ranah Minang ini,”ulasnya.
Dikatakan Syahruddin, target-target program yang
diamanahkan kepada Perwakilan BKKBN Sumbar. Alhamdulillah menunjukkan
perkembangan yang cukup menggembirakan. Misalkan, Sumatra Barat telah
menurunkan laju pertumbuhan penduduk dari 2,21 persen (tahun 1971-1980) menjadi
1,31 (tahun 2010-2016). Total Fertility Rate (TFR) dari tahun 1991 sekitar 3,6
telah menunjukkan penurunan yang signifikan menjadi 2,5 pada tahun 2017
berdasarkan SDKI 2017.
Faktor keberhasilan ini tidak terlepas dari
penggunaan alat kontrasepsi yang terus meningkat seperti CPR pada tahun 2017
telah mencapai 63 persen, dan meningkatnya median usia kawin pertama dari 20
tahun pada SUPAS 2015 Menjadi 22,7 tahun (SDKI 2017).
Selanjutnya angka kelahiran menurut kelompok umur
(ASFR) 15-19 tahun, pada tahun 2012 sekitar 26 orang per 1000 wanita usia
tersebut, telah mengalami penurunan menjadi 16 per 1000 wanita pada usia 15-19
tahun hasil SDKI 2017. (naldi)

COMMENTS