PADANG, BS - Tak ada rasa takut dan cemas terpancar dari raut wajah puluhan anak jalanan yang diberikan pembinaan serta pelatihan di markas tentara, tepatnya di Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti, Jalan Dr. Hamka, Air Tawar, Padang. Mereka terlihat semangat dan ceria mengikuti berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama enam hari, 25 - 30 September. Pendidikan disiplin kemiliteran pun diberikan kepada puluhan anak jalanan itu, termasuk baris-berbaris.
Mereka tampak cukup mengerti dengan instruksi yang diberikan pelatih. Mereka tampak tidak kaku dalam melakukan gerakan baris-berbaris. Sehingga membuat kagum para tamu yang hadir saat pembukaan kegiatan tersebut, Selasa (25/9/2018), termasuk Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, yang membuka kegiatan itu secara resmi.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada generasi penerus bangsa. Sudah menjadi kewajiban negara membantu mereka dengan memberikan pembinaan dan pelatihan. Sehingga, mereka tidak lagi berada di jalanan," ujar Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Amasrul.
Dikatakannya, anak-anak jalanan yang diberikan pembinaan kali ini merupakan angkatan kedua. Sebelumnya juga sudah ada anak jalanan yang dibina di Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti.
"Pemko Padang telah bekerjasama dengan TNI untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada anak jalanan ini. Apalagi, mereka merupakan tanggungjawab kita bersama," kata Mahyeldi.
Dia menambahkan, untuk anak jalanan angkatan kedua itu, ada sekitar 20 anak jalanan yang dibina. Mereka berasal dari Kota Padang dan luar Kota Padang. Namun, terlebih dahulu mereka telah diberikan izin oleh orangtuanya untuk mengikuti pembinaan itu.
Dari informasi Dinas Sosial Kota Padang, angkatan pertama yang mengikuti pelatihan itu telah ada yang membuka usaha sendiri. Mereka malah mencari pelatih yang telah membina mereka dan mentraktir mereka dengan gaji pertamanya.
“Sungguh indah rasanya, melihat mereka dapat mandiri tanpa kembali lagi untuk hidup di jalanan,” ujar Mahyeldi sembari mengingatkan orangtua untuk terus memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Sehingga, mereka tidak ada yang salah pergaulan dan tidak ada yang hidup di jalanan.
"Tempat mereka bukan di jalanan, Mereka itu penerus bangsa sehingga mesti berada di tempat istimewa," tukas Mahyeldi.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri 133/Yudha Sakti Padang, Letkol Inf. Endik Hendrasandi mengatakan pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada anak jalanan itu tidak semuanya berbentuk militer. Namun, hal-hal dasar dasar kemiliteran diberikan guna membentuk kedisiplinan mereka.
"Jadi, pendidikan dasar kemiliteran saja diberikan. Tidak ada pendidikan yang berat-berat. Nanti mereka diajarkan yang dasar-dasar saja, seperti baris-berbaris, cara menjawab salam, dan iyel-iyel ala militer," ujarnya.
Selain itu, mereka juga diajarkan pembentukan jiwa korsa kemiliteran, mereka harus merasakan suka duka bersama.
"Senang sama senang. Sakit sama sakit. Jika satu orang buat salah, maka keseluruhan akan ditegur. Jadi akan membentuk kebersamaan. Saling bahu-membahu satu sama lain," terangnya.
Tidak hanya membetuk kedisiplinan, nantinya mereka juga diajarkan keterampilan dan kesenian. Letkol Endik yakin para anak jalanan itu memiliki bakat tersembunyi. Maka itu, dalam pembinaan mereka dipancing agar bakat mereka dapat dikeluarkan.
"Mereka yang suka seni, kita arahkan untuk berkesenian, punya bakat keterampilan begitu juga. Jadi, selesai pembinaan kedisiplinan mereka sudah terbentuk dan punya kreatifitas sehingga tidak akan berpikir lagi untuk kembali ke jalanan," bebernya.
Jika ada di antara mereka yang ingin melanjutkan sekolahnya maka negara akan menyiapkan beasiswa. Begitu juga jika mereka ingin berusaha akan diberikan modal usaha. Sehingga, mereka benar-benar siap kembali ke lingkungannya.
"Kita ingin generasi penerus bangsa ini tidak terlantar di jalanan, namun berguna bagi bangsa dan negara. Setelah pembinaan dan pelatihan di batalyon ini, mereka bukan lagi anak jalanan. Mereka adalah putra-putri Yudha Sakti," pungkasnya. (002)
COMMENTS