PADANG, BRAVOSUMBAR - Hari kedua ujian Computer Asissted Test (CAT) bagi pelamar CPNS di lingkungan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumbar berjalan lancar, Rabu (14/11/2018). Ujian itu diikuti 16.151 pelamar yang telah lulus seleksi administrasi dan berhasil mengikuti tes SKD melalui sistem CAT.
Ujian CAT itu dilaksanakan 13-18 November di Gedung Hospital Center UNP. Dalam satu hari ujian dilaksanakan lima sesi, mulai pukul 08.00 WIB sampai sesi terakhir selesai pukul 18.00 WIB.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri, sangat bersyukur bisa menyelenggarakan CAT bersama BKN. Apalagi, Sumbar berada pada posisi kelima pelamar terbanyak di lingkungan Kanwil Kemenag se-IIndonesia, setelah Jawa Barat dengan 26.285 pelamar, Aceh 22.165 pelamar, Jawa Timur 20.563 pelamar, Jawa tengah 17.746 pelamar, dan Sumbar 16.151 pelamar.
Namun, melihat hasil CAT yang telah selesai melaksanakannya, H. Hendri berharap Kemenpan mengkaji ulang nilai passing grade atau ambang batas kelulusan karena sangat kecil peluang peserta untuk lulus.
“Sangat disayangkan jika banyak yang tidak lulus dan kuota formasi yang telah disediakan masing-masing instansi tidak terpenuhi,” katanya.
Dia berharap peserta yang belum mengikuti ujian agar mempersiapkan diri secara maksimal dan memahami buku-buku panduan yang berhubungan dengan materi ujian. “Jangan lupa berdoa dan minta restu orangtua, tanamkan rasa optimis, keluarkan seluruh upaya untuk bisa sukses mengikuti ujian, dan manfaatkan kesempatan emas ini sebaik mungkin karena hasil CAT ini sangat real, tidak bisa dibuat-buat,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, H. Hendri memantau pelaksaan ujian CAT bagi pelamar CPNS.
|
SAAT UJIAN BERLANGSUNG, SATU PESERTA CAT JATUH SAKIT
Selama pelaksanaan ujian CAT, sebagian kecil peserta terlihat kelelahan karena menempuh perjalanan jauh dari kampung halaman. Mereka sengaja datang ke Kota Padang untuk mengikuti ujian CAT itu. Seperti yang dialami Lilis, salah seorang pelamar formasi guru Bahasa Arab. Dia berangkat ke Kota Padang dari Air Bangis, Pasaman Barat, bersama teman seperjuangannya yang melamar pada formasi K2 (Kategeori 2). Lilis tiba-tiba sakit saat menjawab soal-soal CAT melalui layar komputer. Bahkan dia memaksakan diri keluar dari ruang ujian dan langsung muntah.
Ketika ditanya apakah sudah menyelesaikan semua soal-soal itu, Lilis mengatakan diselesaikan saja karena sudah tidak kuat.
“Melihat komputer saja sudah sangat pusing, apalagi untuk menjawab soal-soal itu. Karena sudah tidak kuat saya memaksakan diri untuk keluar dan mengakhiri ujian. Sampai di luar saya langsung muntah,” cerita Lilis kepada humas dan panitia.
Lilis sudah pasrah dengan hasil ujian CAT karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi. Dia juga mengakui rasa pusing dan mual itu sudah mulai terasa sejak dalam perjalan dari Air Bangis menuju Kota Padang.
Salah seorang Tim Itjen Kemenag RI, Tyan, yang ikut hadir memantau ujian CAT hari pertama, ikut mendampingi Lilis bersama Plt. Kasubbag Keuangan, Yumari dan Plt. Kasubbag Ortala Kepegawaian, Helmiyetti. Setelah beristirahat dan diberikan pertolongan pertama dengan memberikan obat ringan, Lilis sudah pulih dan langsung menghubungi keluarga dan teman sesama tes untuk pulang ke kampung halaman.
Menurut Helmayetti, mungkin karena tadi sempat antre dan berdesakan sehingga peserta sedikit stres. “Belum lagi rasa cemas dan khawatir menghadapi ujian,” ungkap Yet. Menyikapi hal tersebut, panitia memberikan kelonggaran kepada peserta hamil dan pasca melahirkan untuk naik ke setiap lantai menuju ruangan ujian CAT dengan menggunakan lift. (rev)
COMMENTS