| Kolonel Caj. Yuni Hermon bersama Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon saat berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (24/6/2019). |
| Kolonel Caj. Yuni Hermon |
Buktinya, dengan kerja keras polisi, setiap hari hampir selalu saja ada pemberitaan tentang penangkapan pelaku narkoba di daerah itu. Mulai dari kelas teri hingga gembong kelas kakap yang berperan sebagai bandar. Tidak dipungkiri, Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga membuat daerah itu rentan menjadi pintu masuk utama peredaran barang haram itu.
Kondisi itu membuat putra asli Limapuluh Kota yang lama berkiprah di tanah rantau, Kolonel Caj. Yuni Hermon Dt. Bosea jadi gusar bukan alang-kepalang. Menurutnya, pemberantasan narkoba harus melibatkan semua unsur. Sebab, tidak bisa hanya diserahkan begitu saja pada aparat keamanan. Masyarakat, sebutnya, harus benar-benar berpartisipasi aktif dalam memberangus peredaran narkoba.
“Kita sebenarnya memiliki instrumen yang ampuh dalam mencegah peredaran narkoba. Yaitu tungku tigo sajarangan. Fungsi tungku tigo sajarangan itu yang harus kita maksimalkan dan perkuat. Apalagi, kita di Minangkabau sudah punya pondasi yang kokoh sebagai benteng dari pengaruh narkoba, yaitu falsafah adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah (ABS-SBK). Jika tungku tigo sajarangan benar-benar dioptimalkan fungsinya dan falsafah ABS-SBK benar-benar ditegakkan, insyallah narkoba di Limapuluh Kota dapat kita berantas habis,” tegas Kolonel Yuni Hermon yang menjabat sebagai Staf Khusus Pangdam II/Sriwijaya itu.
Pria dengan tiga melati emas di pundaknya itu menjelaskan, Kabupaten Limapuluh Kota sejatinya tidak perlu susah payah lagi dalam memfungsikan tungku tigo sajarangan sebagaimana mestinya. Sebab, hal itu sudah didukung dengan karakteristik masyarakatnya yang kental dengan nuansa keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Terlebih lagi prinsip gotong-royong dan kekerabatan sejauh ini masih mengarat-ukar di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, dengan berbagai elemen itu, semestinya pengguna dan pemakai, pecandu, hingga pengedar narkoba dapat dideteksi dengan mudah.
| Kolonel Caj. Yuni Hermon berdialog akrab dengan ulama di daerah Ketinggian, Kabupaten Limapuluh Kota. |
“Maka itu, alim ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai yang dikenal sebagai tungku tigo sajarangan harus kita dukung bersama dalam memberantas narkoba. Tentu saja, mereka tidak bisa menjalankan perannya secara maksimal jika tidak didukung oleh peran masyarakat itu sendiri. Artinya, masyarakat juga mesti ikut berpartisipasi dalam menguatkan fungsi tungku tigo sajarangan itu. Termasuk dalam berbagai persoalan sosial lainnya, seperti LGBT yang saat ini sudah mulai meresahkan,” tukas putra asal Padangjapang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota itu.
Ditambahkan pria yang lama bertugas di bagian Pembinaan Mental (Bintal) Kodam II/Sriwijaya itu, yang tak kalah pentingnya adalah komitmen kepala daerah dalam mencegah peredaran narkoba. Sehingga dengan komitmen itu, pemberantasan narkoba akan jadi lebih terpadu jika kepala daerah turut merangkul tungku tigo sajarangan bersama elemen masyarakat dalam memerangi narkoba di wilayahnya. Dengan demikian, turut membantu tugas kepolisian dalam memberantas narkoba.
“Sekali lagi saya tekankan, jika ini kita lakukan, maka tidak mustahil narkoba bisa kita habisi di Kabupaten Limapuluh Kota. Kita harus lebih gencar, berani, komprehensif, dan terpadu dalam memberantas narkoba karena ini ancaman serius bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sekedar informasi, Kolonel Caj Yuni Hermon merupakan lulusan IAIN (UIN) Imam Bonjol Padang dan sebelum bertugas di Kodam II/Sriwijaya juga pernah menempati berbagai jabatan di lingkup Kodam VII/Wirabuana. (ak)
COMMENTS