Pengurus BKS TPQ-TQA Kecamatan se-Kota Padang Dilantik, Harus Mampu Jawab Tantangan Pemerintah dan Tuntutan Masyarakat

Iklan Semua Halaman

Pengurus BKS TPQ-TQA Kecamatan se-Kota Padang Dilantik, Harus Mampu Jawab Tantangan Pemerintah dan Tuntutan Masyarakat

Minggu, 01 Maret 2020
Kasi Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kota Padang H. Hendri Yazid melantik sekaligus mengukuhkan pengurus Badan Kerjasama (BKS) Taman Pendidikan Alquran-Ta'limul Quran Lil Aulad (TPQ-TQA) Kecamatan se-Kota Padang masa bakti 2020-2025, di aula Saili Tamin lantai II Kantor Kemenag, Minggu (1/3/2020).



Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang H. Marjanis diwakili Kasi Diniyah dan Pondok Pesantren H. Hendri Yazid melantik sekaligus mengukuhkan pengurus Badan Kerjasama (BKS) Taman Pendidikan Alquran-Ta'limul Quran Lil Aulad (TPQ-TQA) Kecamatan se-Kota Padang masa bakti 2020-2025, di aula Saili Tamin lantai II Kantor Kemenag, Minggu (1/3/2020).

Turut hadir pada kesempatan itu Sekda Kota Padang Amasrul, Kabag Kesra diwakili Kasubag Bidang Keagamaan, Ketua Dewan Pembina BKS TPQ-TQA Kota Padang Maigus Nasir, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang Mhd. Darnalis dan jajaran pengurus, camat dan kepala KUA se-Kota Padang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Hendri Yazid mengajak pengurus BKS TPQ- TQA kecamatan se-Kota Padang agar menguatkan barisan dan saling bersinergi demi kemandirian organisasi. Sehingga bisa melahirkan generasi emas yang berkarakter dan cinta Aquran. 

Ia juga mengapresiasi jajaran pengurus BKS TPQ-TQA baik tingkat kota maupun kecamatan karena mempunyai tugas mulia meski bekerja tanpa digaji. Ke depan, ia berharap kiprah TPQ-TQA tidak hanya menyasar anak usia dini dan usia sekolahd asar (SD) saja namun juga menyentuh siwa SMP/sederajat.

“Sebab, kecenderungan selama ini pendidikan mengaji baik di MDA, TPA, TPS, TPQ/TQA hanya untuk anak usia dini dan SD. Padahal, justru anak-anak usia SMP/sederajat yang berada pada masa-masa rawan karena mereka beranjak remaja,” ujar Hendri Yazid.

Hal itu dibuktikan dengan aksi tawuran yang melibatkan generasi muda pelajar SMP dan SMA. Bahkan, persoalan lainnya yang tak kalah krusialnya adalah penyimpangan perilaku seksual LGBT yang kini marak terjadi di kalangan remaja.

“Hal ini hendaknya juga menjadi fokus dan perhatian serius bagi jajaran pengurus BKS TPQ-TQA, di samping tentunya pengawasan yang lebih ketat lagi oleh orangtua di rumah maupun guru di sekolah,” tutur Hendri Yazid.

Sebelumnya, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang Muhammad Darnalis dalam sambutannya menyampaikan agar pengurus di tingkat kecamatan lebih intens melakukan pembinaan terhadap lembaga pendidikan TPQ/TQA, MDA, maupun TPA sehingga kualitasnya semakin meningkat.

”Jangan sampai terjadi MDA dan TPA sepi murid karena kualitasnya tidak dipercaya oleh masyarakat. Apalagi saat ini juga banyak bermunculan pondok tahfiz dan rumah tahfiz. Hal ini harus dijadikan introspeksi bagi jajaran pengurus sehingga kualitas TPQ, TPA, dan MDA tidak kalah dengan rumah tahfiz,” ujarnya.

PELATIHAN GURU TPQ

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina BKS TPQ-TQA Kota Padang Maigus Nasir yang juga anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat menyebut dirinya menyalurkan dana pokir sebesar Rp775 juta untuk pelatihan bagi guru-guru TPQ dan MDA serta pelatihan imam. 

Menurutnya, pelatihan itu diadakan di Whiz Hotel pada awal Maret. Rincian persertanya, 100 orang untuk guru TPQ se-Kecamatan Kota Padang, 200 orang untuk guru MDA, dan 100 orang untuk pelatihan imam.

Ia juga mengusulkan kenaikan insentif bagi guru-guru mengaji namun harus dibarengi dengan output yang lebih maksimal lagi. Jika saat ini dianggarkan sebesar Rp12 miliar maka ke depan bisa saja dianggarkan hingga Rp20 miliar lebih dengan insentif terendah misalnya Rp500 ribu per orang.

“Namun, hasilnya harus jelas. Artinya, manajemen pengelolaan dan kinerjanya harus mampu menjawab tuntutan pemerintah dan masyarakat,” tukasnya.

Ia juga menyinggung tentang salah seorang pejabat kecamatan yang ‘merental’ kafilah pada perhelatan MTQ. Saat ditanya, alasannya adalah jika tidak berprestasi, takut dicap tidak bekerja. Ia menegaskan, hal itu sebenarnya adalah pemahaman yang salah karena yang dinilai pimpinan adalah proses.

“Kalau seperti itu, untuk apa kita anggarkan hingga Rp12 miliar untuk insentif guru-guru mengaji? Lebih baik anggaran itu kita gunakan untuk merental qori dan qoriah hebat. Untuk itu, kita bersama LPTQ sudah sepakat bahwa pada MTQ Nasional yang bakal diadakan di Kota Padang pada tahun ini tidak diperbolehkan merental kafilah dari luar. Kalau tidak juara pada MTQ kali ini tidak mengapa namun pada MTQ selanjutnya, tahun 2024, Sumbar setidaknya harus tembus tiga besar,” ucap Maigus Nasir.

Sementara, Sekda Kota Padang Amasrul dalam sambutannya menegaskan bahwa pengurus BKS TPQ-TQA tidak usah punya banyak program yang muluk-muluk. Yang penting adalah hasil yang memuaskan. “Misalnya, cukup punya program satu kelurahan satu qori. Tapi qori yang dihasilkan benar-benar matang. Dengan demikian, kita akan mampu bersaing pada berbagai iven dengan kafilah sendiri,” ucapnya sembari mengajak jajaran pengurus BKS TPQ-TQA kecamatan untuk berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan guna mensinergikan program kegiatan. (ak)

Sekda Kota Padang Amasrul, Ketua Dewan Pembina BKS TPQ-TQA Kota Padang Maigus Nasir, Kasi Diniyah dan Pondok Pesantren H. Hendri Yazid, Ketua BKS TPQ-TQA Kota Padang Muhammad Darnalis dan jajaran pengurus berfoto bersama pengurus Badan Kerjasama (BKS) Taman Pendidikan Alquran-Ta'limul Quran Lil Aulad (TPQ-TQA) Kecamatan se-Kota Padang usai pelantikan di aula Saili Tamin lantai II Kantor Kemenag, Minggu (1/3/2020).