| Suasana ujian AKM di MAN 3 Padang. |
PADANG, BRAVOSUMBAR.COM
Mengangkat jargon masif, terstruktur, dan sistematis (MTS) yang dicanangkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat H. Hendri, MAN 3 Padang menggelar ujian Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang diikuti sekitar 80 guru PNS dan honor, Rabu (26/2/2020). AKM itu dilaksanakan di salah satu ruangan kelas yang disulap menjadi ruangan ujian dilengkapi komputer dan jaringan.
Pelaksanaan asesmen itu merupakan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2019. AKM ini perdana dilaksanakan seiring dengan perubahan nomenklatur Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimal dan Survei Karakter (AKMSK). Sejalan dengan hal tersebut, UN tahun ini menjadi yang terakhir dan tahun depan mulai diberlakukan AKMSK.
Pola dan bentuk soal AKM tidak hanya terpaku pada satu mata pelajaran saja tetapi lebih kepada lintas mata pelajaran. Secara umum, soal ujian tersebut memuat tiga komponen yaitu kemampuan menalar penggunaan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penggunaan pendidikan karakter.
Penerapan ini nantinya juga akan berimbas kepada guru yang dikenal dengan Asesmen Kompetensi Minimal Guru (AKMG) sebagai numenklatur pengganti UKG.
AKM ini merupakan sarana perkenalan kepada guru terutama dalam mensosialisasikan bentuk soal yang akan diterima siswa di akhir pendidikannya pada satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, guru nantinya dapat menggambarkan pengelolaan proses pembelajaran ke depannya dan melakukan penilaian terhadap soal-soal AKM.
Ujian AKM ini juga diharapkan menjadi pembiasaan oleh guru kepada siswa tentang tata cara menjawab soal-soal tersebut dalam kesehariannya saat PBM berlangsung termasuk proses penilaian oleh guru terhadap siswa.
“Program yang diusung Mendikbud Nadiem Makarim melalui program ‘Merdeka Belajar’ ini ke depan mungkin akan kita tindaklanjuti dengan lokakarya atau workshop secara khusus dengan pemateri- pemateri yang mumpuni di bidangnya supaya hasil yang diperoleh lebih optimal,” ujar Kepala MAN 3 Padang Afrizal.
Hal itu, lanjutnya, karena program tersebut merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan di Indonesia dan untuk pertama kalinya juga baru diperkenalkan kepada guru dan siswa.
“Oleh karena itu kita tidak mau ketinggalan dan akan mencari upaya agar sistem ini lebih dipahami oleh guru dan siswa ke depannya, seperti melalui lokakarya,” pungkasnya. (ak)
| Kepala MAN 3 Padang Afrizal meninjau pelaksanaan ujian AKM. |
| Suasana ujian AKM di MAN 3 Padang. |