Sebagai Ketua Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) Pauh IX saya menghibau Masyarakat Pauh IX untuk membangun nagari berkarakter dan berkemajuan. Ini merupakan visi BMPN Pauh IX yakni " Mewujudkan Nagari Pauh IX yang Berkarakter dan Berkemajuan"
Sebelumnya saya juga telah menyampaikan hal ini saat Sambutan Ketua Terpilih sebagai Ketua BMPN Pauh IX, Karena untuk mewujudkan nagari Pauh IX tidak mudah Perlu keseriusan bersama-sama "Saciok Bak Ayam Sadanciang Bak Basi", setidaknya memiliki beberapa hal yang dapat membentuk nagari yang berkarakter dan berkemajuan.
Ada enam poin yang bila keenamnya dapat dimiliki maka sudah tentu nagari yang berkarakter berkemajuan akan tercapai. Hal yang membentuk nagari karakter dan berkemajuan adalah nilai, uswah, kemandirian, solidaritas sosial, etos kerja dan habitus.
Hal ini juga telah saya sampaikan disaat Penutupan Ulak Balabek, Sabtu, (29/2/2020), bahwa yang pertama adalah nilai, yaitu seperangkat aturan yang harus dapat dijunjung tinggi, dilaksanakan dan dipatuhi. Nilai menjadi dasar pemikiran, karena baru saja Nagari Pauh IX telah membuat 9 poin Kesepakatan bersama.
Kedua adalah menjadi uswah atau contoh, yang diinginkan adalah karakter-karakter luhur yang ditunjukkan kepada masyarakat. Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat untuk menjadi contoh terutama dalam keagamaan, ABS - SBK, dan juga Kemandirian perlu menjadi perhatian kita untuk menuju kesuksesan.
Selain itu, solidaritas sosial serta etos kerja merupakan bekal membentuk karakter berkemajuan. Mulai dari tingkat RT, RW, Tapian-tapian sampai Nagari Pauh IX Kec. Kuranji semuanya membangun solidaritas sosial dan memiliki etos kerja yang baik.
Hal terakhir adalah habitus atau kebiasaan, peran-peran media ini menjadi penting seiring dengan kemajuan zaman dan perubahan kebiasaan yang terjadi.
Perlu diketahui penulis merupakan Tamatan Magister Manajemen di UPI dan Magister Pendidikan di UMSB. (*)
Komentar