| KASDAM I/Bukit Barisan Brigjen TNI Untung Budiharto disambut anggota Batalyon Infantery (Yonif) 133/Yudha Sakti. |
PERSONEL YONIF 133/YS TUGAS PAMTAS KE PERBATASAN RI-MALAYSIA
PADANG, BRAVOSUMBAR.COM
Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat saat melakukan tugas. Tidak hanya itu, prajurit mesti berinovatif untuk membentengi wilayah perbatasan Indonesia .
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) I/Bukit Barisan (BB), Brigjen TNI Untung Budiharto saat melakukan pengecekan dalam Apel Gelar Kesiapan Operasi Satgas Yonif 133/Yudha Sakti Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (24/10/2019).
"Saat bertugas diwilayah perbatasan, banyak hal yang tidak terduga bisa terjadi. Untuk itu, prajurit mesti bisa berinovasi demi menjaga NKRI, " katanya.
Dia mengatakan setiap prajurit yang bertugas mesti memberikan kontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga, program-program produktif dapat dilakukan. Termasuk membuka lahan pertanian. Saat melakukan program pertanian, sistem pengelolaan akan dilakukan dengan masyarakat setempat.
Ditambahkannya, pada daerah perbatasan mayoritas ekonomi masyarakat tergolong menengah ke bawah.
"Untuk penugasan kali ini, prajurit dibekali dengan alat pertanian. Semoga bisa dimanfaatkan bersama masyarakat," katanya.
Pada kesempatan itu sejumlah logistik untuk keperluan prajurit selama oprasi diperiksa. Di antaranya senjata, keperluan medis, dan beberapa alat pertanian yang akan dibawa. Seluruhnya sudah siap dan mencukupi .
Kasdam 1/BB berharap para prajurit melaksanakan tugas dengan optimal saat menjaga perbatasan. Dia juga mengingatkan penyakit yang perlu diwaspadai yaitu Demam Berdarah (DBD) dan hal itu telah diantisipasi oleh tim dokter batalyon.
"Tidak semua prajurit bisa menjalani misi ini. Menjaga perbatasan adalah tugas mulia. Apel ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan prajurit baik secara individual, maupun tingkat regu, kesatuan, kompi, hingga batalyon," kata Brigjen Untung.
Jika tak ada halangan, sebanyak 450 prajurit TNI yang melakukan pamtas tersebut ditugaskan selama sembilan bulan mulai November 2019.
Dalam kesempatan yang sama, Kasdam yang didampingi para Kabalak Kodam 1/Bukit Barisan, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, para Kasirem dan Danyonif 133/Yudha Sakti, Letkol Infanteri Endik Hendra Sandi juga melakukan pengecekan logistik dan kesiapan prajurit yang akan ditugaskan tersebut.
"Secara keseluruhan mereka telah siap, tinggal implementasi di lapangannya saja sebelum ditugaskan," tukas Brigjen TNI Untung Budiharto. *
COMMENTS