PADANG,BRAVOSUMBAR-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
(Dispora) Sumbar, Bustavidia membuka secara langsung Pekan Olahraga Beladiri
Daerah (Pordida) Cabor Silat yang diikuti 79 atlet dari berbagai kabupaten dan
kota se-Sumatra Barat yang dilaksanakan di SMK 1 Muhammadiyah Padang, Selasa
(27/8/2019).
Dalam
sambutanya Kadispora Sumbar, Bustavidia mengatakan silek merupakan jati diri orang
Minang, karena bela ini yang banyak dimintai masyarkat Indonesia sendiri.
Kemudian, kehadiran silat ini merupakan yang dinaungi IPSI sejak 71 tahun yang
lalu.”Dan Silek ini juga menjadi bela diri kebanggaan Rang Minang, karena juga
disebut sebut asal muasal lahirnya pencak silat,” ujar Bustavidia.
Dia
menambahkan, diharapkan atlet yang bertanding hendaknya yang dimajukan
merupakan atlet yang benar benar terbaik. Sebab, kalau tidak akan menyulitkan
ketika akan dikirim ke tingkat nasional. Hal ini sudah menjadi pengalaman
beberapa waktu lalu, bukan atlet yang terbaik ke nasional, akhirnya juga
terkendala di arena nasional tersebut.
Ketua Harian
IPSI Sumbar Rahmat Wartira mengatakan, silat diekplorasi sejak 1940 an silam.
Dan bangga silat menjadi olahraga tuan rumah di negeri sendiri. Silat sudah
mulai dicintai di negeri sendiri, sampai ke nasional bahkan hingga ke
internasional. “Dengan diterima sebagai olahraga di level dunia,” ujar Rahmat
Wartira.
Sementara itu
Ketua Pelaksana, Maswar Kasi Olahraga Prestasi dan Tenaga Keolahragaan dalam
laporanya mengatakan. Pekan Olahraga Beladiri Daerah (Pordida) ini dilaksanakan
tiga Cabor, yakni karate, kurash dsn pencak silat.
“Cabor
karate dan kurash sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sedangkan cabor
pencak silat dilaksanakan yang terakhir. Sementara selain pencak silat juga
dilaksanakan Open Turnamen Tapak suci yang melibatkan sekitar 420 atlet dan
pencak silat melibatkan sebanyak 92 atlet,” ujar Maswar.
Tujuan
dilaksanakan Pordida Pencak Silat ini untuk menjaring bakat bakat potensial
atlet pencak silat untuk dibina di tingkat Sumbar. Dan Pordida dilaksanakan 27
- 30 Agustus.
Dasar pelaksanaan
kegiatan ini merupakan amanah UU 3/2095, Tentang sistem keolahragaan. Kemudian,
yang menjadi juara pada kegiatan diganjar hadiah juara I Rp4 juta, juara II Rp3
juta dan juara III Rp2 juta.
Pordida
diikuti kabuapaten dsn kota yang terdiri dari, Tanahdatar, Payakumbuh,
Sawahlunto, Kota Solok, Solsel, Pasaman, Kota Padang, Limapuluh Kota,
Sijunjung, Dharmasraya, Agam, Bukitriltinggi, Kota Pariaman, Kabupaten Solok
dan Pessel. (naldi)
COMMENTS