"Konteks pembangunan manusia, pembinaan manusia memiliki peran yang strategis dalam hal ini remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak, akan menjadi subjek atau pelaku pembangunan sehingga harus di siapkan agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, "katanya saat memaparkan.
Selain itu, kata Hasto, Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga, apabilah gagal membina remaja akan menjadi ancaman kegagalan kualitas generasi berikutnya, karena gagal menyiapkan calon-calon orang tua.
Dia menambahkan, berbagai kajian menunjukan remaja perempuan usia 10-14 Tahun beresiko meninggal saat hamil dan melahirkan lima kali lebih tinggi di bandingkan dengan perempuan beriusia 21-25 Thn. Selain itu beresiko mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kanker leher rahim, dan trauma fisik pada organ intim dan mereka juga memilik kemungkinan 11 kali lebih tinggi untuk tidak bersekolah (Putus sekolah).
“Kasus perceraian tertinggi menimpa kelompok usia 20-24 Thn dengan usian pernikahan belum genap lima Tahun. Tingginya angka perceraian sebagai akibat pernikahan pada usia muda dan Perempuan yang hamil dan melahirkan di usia dini juga memiliki kecenderungan yang tinggi untuk melahirkan anak yang stunting,” ujarnya
Oleh sebabnya Pembinaan remaja terkait gizi dan kesehatan reproduksi remaja dalam rangka pendewasaan usia perkawinan dan penyiapan kehidupan berkeluarga sangat penting di lakukan.
COMMENTS