| Petugas gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu. |
PADANG, BS - Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mengungkapkan sebanyak 350 KK yang
berasal dari perantau Minang menjadi korban gempa dan tsunami yang
memporak-porandakan Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah
(Sulteng).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 KK kehilangan tempat tinggal
karena rumah mereka hilang direndam lumpur. Selain itu, sebanyak 8 orang warga
Minang juga dilaporkan meninggal dunia dalam bencana tersebut.
"Informasi
ini saya dapat dari dr. Riendra, relawan dari Rumah Sakit Unand dan dari Ketua
Perantau Minang di Palu, Jhon Marshal," kata Kabid Kedaruratan dan
Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, Sabtu (6/10/2018).
Dikutip dari tribunnews.com, Pemprov Sumbar
dan sejumlah instansi yang ada di Sumbar, saat ini sudah berada di lokasi
bencana untuk melakukan penanganan bencana bersama sejumlah relawan dari
berbagai instansi lainnya di Indonesia.
"Selain
tenaga medis dari Rumah Sakit Unand, beberapa relawan juga sudah dikirim ke
Sulteng. Bahkan beberapa waktu lalu, Semen Padang juga mengirim relawan TRC-nya
ke Sulteng, dan saat ini mereka masih berada di sana," ujarnya.
Sebelumnya
dilaporkan ada enam warga Minang yang tewas dalam bencana alam di Sulteng itu
berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Badan Penghubung Sumbar, Andre
Setiawan, beberapa hari lalu. Dengan informasi lanjutan dari BPBD, berartio
bertambah dua orang lagi wraga Minang yang tewas namun identitasnya belum
diketahui.
Andre juga
menyebutkan belum bisa memastikan seluruh identitas perantau Minangkabau yang
menjadi korban gempa Palu. Sebab, Kantor Penghubung Sumbar saat ini masih
berkoordinasi dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) untuk memastikan kondisi para
korban. Saat ini, informasi tentang korban baru sebatas pertalian dari anak,
suami, atau ayah dari keluarga lainnya.
"Infonya
dikumpulkan juga secara lisan. Masih ada keterbatasan pendataan, tapi akan kami
perbarui terus," katanya.
Berikut informasi
sementara mengenai perantau Minang yang menjadi korban tewas gempa dan tsunami
di Sulteng.
1. Man Rangkito
(sudah dimakamkan)
2. Amak Sori
(sudah dimakamkan)
3. Suami
Karmeldawati
4. Istri Apak
(sudah dimakamkan)
5. Suami Camel
(belum dievakuasi)
6. Upik anak
Akong (sudah dimakamkan)
7-8. Belum didapatkan identitasnya. (002)
COMMENTS