Puluhan Hektare Sawah di Cubadak Mentawai Terancam Kekeringan
Sawah petani seluas 50 hektare di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, yang selalu kekurangan air. |
PARIAMAN, BS - Sekitar 50 hektare sawah di Dusun Sawah Haru, Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, terancam kekeringan dan gagal panen.
Ketua Kelompok Tani Cinta Damai Dusun Sawah Haru, Novriadi, menyebut sebelumnya sawah petani seluas 50 hektare itu dialiri oleh air dari irigasi di Korong Ikur Koto, Nagari Lareh Nan Panjang, Kabupaten Padangpariaman. Namun setelah gempa tahun 2009, pengairan sawah petani jadi berkurang karena adanya irigasi yang rusak dan tak kunjung diperbaiki hingga kini.
"Akibatnya berdampak pula pada sawah petani di Dusun Sawah Haru karena saat ini kita hanya menerima sisa aliran air dari sawah petani yang ada di Korong Ikur Koto tersebut," terang Edi, KAmis (20/9/2018).
Dia menuturkan, meskipun seluruh sawah petani di Dusun Sawah Haru memiliki banda caciang, namun tidak ada artinya jika tidak ada sumber irigasi yang menyuplai air ke sawah.
"Solar diesel (pompa) hanya ada satu unit, tapi juga tidak memadai. Sehingga waktu tanam para petani sering ketinggalan dari yang lain. Padahal, Desa Cubadak Mentawai memiliki sumber air dari bendungan yang dapat dialirkan ke sawah," sebutnya seperti dikutip dari harian KORAN PADANG.
Dia berharap pemerintah desa maupun Pemko Pariaman membantu mengalirkan air bendungan tersebut ke sawah petani yang berjumlah 75 orang dan tergabung dalam dua kelompok tani. Dalam satu kali penen, setiap hektare menghasilkan 750 kg padi.
Edi menambahkan, setiap kali ada sosialisasi pihaknya bersama warga telah menyampaikan persoalan itu namun pihak Pemko Pariaman memenyebut anggaran dasarnya harus dimulai dari desa dulu.
Sementara, Kepala Desa Cubadak Mentawai, Syamsurizal, mengakui persoalan itu sudah sering diperbincangkan dengan pemerintah terkait.
"Di tingkat provinsi sudah dua kali, apalagi di tingkat Pemko Pariaman termasuk DPRD, namun sejauh ini belum ada respon," ucapnya.
Dia menyebut kendala pembebasan lahan dalam membuat saluran air irigasi ke sawah petani juga jadi persoalan.
Sedangkan Kadis Pertanian Kota Pariaman, Agusriataman, mengatakan untuk saluran kecil dan banda caciang serta solar diesel sudah diberikan bantuan. "Namun untuk irigasi besarnya itu kewenangan Dinas PUPR bagian pengairan," katanya saat dihubungi melalui ponsel. (002)
Post a Comment