Header Ads

Jasad Pemuda Lajang Ditemukan Hangus Dalam Kamar Tidur

Jasad Doni (30 tahun) ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi hangus di kamar tidur kediamannya di RT V Kelurahan Jawi-Jawi Dua, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Rabu pagi (19/9/2018)



PARIAMAN, BS - Seorang pemuda lajang bernama Doni (30 tahun) ditemukan tidak bernyawa di kamar tidur kediamannya di RT V Kelurahan Jawi-Jawi Dua, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Rabu pagi (19/9/2018).

Penemuan jasad Doni yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkot itu berawal dari kecurigaan tetangga korban. Wit (48) pemilik warung yang pagi itu hendak membuka kedainya curiga karena mobil angkot yang biasanya dikemudikan korban sudah tiga hari terparkir di depan halaman rumahnya.

"Kemudian saya sampaikan pada mandeh (ibu) korban Peli (58 tahun) bahwa sudah tiga hari mobil angkot terparkir di depan rumah dan tidak melihat Doni keluar dari rumahnya," ucapnya.
Padahal, ulasnya, pada Minggu sore (16/9/2018), korban masih terlihat oleh warga makan di sebuah warung nasi.

Selanjutnya, Wit dan Peli mencoba mengintip dari balik jendela kamar tidur korban. "Dari luar jendela kami melihat korban di atas tempat tidur dengan posisi telentang namun tidak bergerak dan menyahut saat dipanggil-panggil," tutur Wit.

Kemudian, kedua saksi memberitahu keluarga yang lain untuk melihat kondisi korban sebenarnya. Karena pintu depan terkunci, maka salah seorang adik sepupu korban yang bernama Ikhlas (24 tahun) membuka paksa dengan mencongkel dan mendobrak pintu rumah.

"Setelah pintu berhasil dibuka kita langsung menuju kamar tidur korban. Ternyata Doni sudah tidak bernyawa," ungkap Wit.

Saat ditemukan seluruh bagian kepala korban terlihat menghitam dan kedua matanya terbelalak menghadap ke atas tanpa baju menggunakan celana jeans cream. Berdasarkan informasi dari masyarakat, dicurigai korban terkena radiasi petir melalui HP android yang ditemukan tergeletak di samping jenazah korban.

Warga berasumsi demikian karena dalam kesehariannya almarhum sering menggunakan headset untuk mendengar lagu menggunakan HP Android dan dalam tiga hari belakangan hujan lebat disertai petir melanda Pariaman.

Sementara, Kapolsekta Pariaman, Kompol Adang Saputra, mengatakan belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Apalagi pihak keluarga melarang pihak berwajib mengotopsi jenazah almarhum.

"Kita lakukan penyelidikan dulu atas temuan mayat tersebut karena hasil visum luar dari dokter tidak bisa mengungkap penyebab kematian korban. Namun, diduga korban sudah meninggal sejak tiga hari sebelum ditemukan," tuturnya seperti dikutip dari harian KORAN PADANG.

Kapolsek mengakui dari hasil pengamatan, seluruh tubuh korban mengalami luka bakar serta ditemukan dua buah HP android di samping telinga kanan jasad korban dan salah satunya berada dalam keadaan rusak.

"Penyebab hangusnya tubuh korban inilah yang tidak diketahui karena pihak keluarga menolak otopsi dengan alasan tidak mau merepotkan dan telah membuat perjanjian secara tertulis," terang Kompol Adang.

Meski demikian, sebutnya, pihak kepolisian akan tetap melakukan peyelidikan hingga penyebab kematian korban terungkap. (002)

No comments

Powered by Blogger.