Sudah 16 Kloter Jemaah Haji Debarkasi Padang Mendarat di BIM
![]() |
| Perwakilan Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Agusrianto, didampingi Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran, menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 16 Debarkasi Padang, Kamis malam (13/9/2018). |
PADANG, BS - Proses
pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang hampir rampung. Sebanyak 16 dari 17
Kloter yang diberangkatkan ke Tanah Suci telah kembali ke Tanah Air dengan
selamat. Pesawat yang membawa jemaah haji Kloter 16 mendarat Kamis malam (13/9/2018)
pukul 20.34 WIB di Bandara International Minangkabau (BIM)
Kedatangan
jemaah haji Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Kota Padang itu disambut
Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), Agusrianto, bersama Bupati Pasaman
Barat, H. Syahiran, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dan Kakanwil Kemenag
diwakili Kabid PHU. Dalam rombongan jemaah yang berjumlah 391 orang itu, 1 jemaah
wafat di Tanah Suci atas nama Ali Amran Jarim (53 tahun) asal Kabupaten Pasaman
Barat.
Sementara 1 orang lagi masih tinggal di Tanah Suci karena sakit yaitu Abdul
Jalil Dalimunte nomor manifest 50, juga asal Kabupaten Pasaman Barat. Dia tidak bisa
pulang bersama teman satu kloternya karena masih menjalani perawatan di Rumah
Sakit Arab Saudi. Sehingga, total jemaah kloter 16 yang kembali ke Tanah Air
berjumlah 389 orang.
Sampai
kepulangan jemaah kloter 16 ini, jemaah yang telah kembali ke Tanah Air
berjumlah 6.245 orang dari 6.347 orang yang diberangkatkan. Sementara sisanya
(kloter terakhir) akan dipulangkan bersama jemaah asal Balikpapan.
Hingga kepulangan kloter 16 jemaah
haji Debarkasi Padang yang wafat di Tanah Suci sebanyak 8 orang, enam orang di antaranya
merupakan jemaah Bengkulu, dan 2 orang jemaah Sumbar di mana 1 orang wafat di RSUP
Dr. M. Djamil Padang.
Perwakilan
KPHI, Agusrianto, saat menyambut jemaah di Asrama Haji Debarkasi Padang,
mengatakan indikator sesorang bisa dikatakan meraih haji mabrur itu ubudiyah,
amaliyah, dan sosialnya lebih baik ketimbang sebelum berhaji. Sebelum haji, salat
di rumah dan setelah berhaji salat di mesjid. Begitu juga dengan tingkat
sosial, ketika ada bencana ikut membantu, seperti yang saat ini sedang terjadi
di Lombok.
“Haji
mabrur ini sebenarnya titik awal tingkah laku kita menjadi baik. Jangan bangga
dengan panggilan haji. Ketika pulang ke kampung halaman masing-masing, teruslah
berdakwah, teruslah belajar. Ada IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia - red)
untuk bisa meneruskan dan melanjutkan perjuangan bapak dan ibu semua,” ucap Agus.
Dia
juga memberikan penghargaan setinggi-tinggi kepada petugas yang telah
memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada jemaah. Tak terkecuali kepada panitia
Embarkasi Haji Padang yang telah bertugas sejak keberangkatan jemaah haji
sampai kepulangan.
“Embarkasi/Debarkasi
Haji Padang terus berbenah dan melakukan inovasi, seperti tadi ada shalawat
badar. Nanti akan reward untuk embarkasi yang memberikan pelayanan terbaik
kepada jemaah. Mudah-mudahan tahun ini Embarkasi Haji Padang dapat menerima reward, begitu juga pada tahun-tahun
berikutnya,” tutup Agusriyanto.
Di penghujung
acara dialkukan serah terima jemaah ditandai dengan penyerahan bendera dari
Ketua Kloter kepada Pemerintah Provinsi yang diwakili Kakanwil Kemenag, H. Hendri,
dan selanjutnya diserahkan kepada
Pemerintah Daerah yang diwakili Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (ak/*)

Post a Comment