PADANG ONLINE, JAKARTA - Meski hasil pemilihan presiden (pilpres) masih harus menunggu pengumuman resmi dari Komisi pemilihan Umum (KPU), namun hampir dapat dipastikan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono keluar sebagai pemenang pilpres dengan raihan suara terbanyak. Diyakini, pilpres juga berlangsung hanya satu putaran.
Hal itu didasarkan pada hasil penghitungan sementara KPU hingga tadi malam dimana pasangan SBY - Boediono meraih 60,72% suara, jauh mengungguli pasangan Megawati - Prabowo yang berada di urutan kedua dengan 29,67% dan Jusuf Kalla - Wiranto dengan perolehan 9, 62%.
Sementara itu, hal yang tak jauh berbeda juga diperlihatkan oleh hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei di Indonesia, di antaranya Lembaga Survey Indonesia (LSI) dengan SBY-Boediono meraih 60,84% suara, Mega-Prabowo 26,57%, dan JK-Wiranto 12,60%. Survey yang dilakukan LP3ES juga menunjukkan kemenangan mutlak pasangan SBY-Boediono dengan 60,35%, Mega-Prabowo 27,82%, dan JK-Wiranto 11,82%.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara KPU dan juga hasil dari quick count sejumlah lembaga survey tersebut, maka diyakini pemilihan presiden - wakil presiden hanya berlangsung dalam satu kali putaran. Hingga tadi malam, SBY unggul hampir di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Menurut Vice Director LP3ES Sudar D Atmanto, suara yang diperoleh pasangan SBY-Boediono hampir di tiap daerah lebih dari 20 persen.
Menanggapi hasil pilpres yang cukup menggembirakan bagi pasangan SBY-Boediono itu, siang kemarin SBY langsung menggelar jumpa pers di kediamannya. Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan kemenangannya dan dia masih menunggu hasil resmi dari KPU. "Penghitungan suara jelas belum selesai sampai nanti KPU sebagai lembaga yang paling berwenang mengumumkan hasil pemilu ini. Meski dari lembaga survei yang melakukan quick count menunjukkan keberhasilan kami dan teman-teman seperjuangan, tapi kami tetap meletakkan menunggu hasil penghitungan dari KPU hingga saatnya nanti disampaikan menurut undang-undang," kata SBY.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas partisipasi dalam mengikuti pilpres. "Marilah kita jaga bersama suasana nyaman dan damai di negeri ini. Kalau ada keberatan dan protes, salurkanlah melalui saluran dan prosedur yang diatur undang-undang. Dengan demikian, demokrasi dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya. "Siapa pun, baik yang menang, maupun yang kalah, tetap agung. Bagi konstituen, penghitungan ini belum selesai, masih akan berlanjut. Bersyukur itu dianjurkan. Tetaplah saling menjaga, saling menghormati satu sama lain," kata SBY lagi.
Hal itu didasarkan pada hasil penghitungan sementara KPU hingga tadi malam dimana pasangan SBY - Boediono meraih 60,72% suara, jauh mengungguli pasangan Megawati - Prabowo yang berada di urutan kedua dengan 29,67% dan Jusuf Kalla - Wiranto dengan perolehan 9, 62%.
Sementara itu, hal yang tak jauh berbeda juga diperlihatkan oleh hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei di Indonesia, di antaranya Lembaga Survey Indonesia (LSI) dengan SBY-Boediono meraih 60,84% suara, Mega-Prabowo 26,57%, dan JK-Wiranto 12,60%. Survey yang dilakukan LP3ES juga menunjukkan kemenangan mutlak pasangan SBY-Boediono dengan 60,35%, Mega-Prabowo 27,82%, dan JK-Wiranto 11,82%.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara KPU dan juga hasil dari quick count sejumlah lembaga survey tersebut, maka diyakini pemilihan presiden - wakil presiden hanya berlangsung dalam satu kali putaran. Hingga tadi malam, SBY unggul hampir di seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Menurut Vice Director LP3ES Sudar D Atmanto, suara yang diperoleh pasangan SBY-Boediono hampir di tiap daerah lebih dari 20 persen.
Menanggapi hasil pilpres yang cukup menggembirakan bagi pasangan SBY-Boediono itu, siang kemarin SBY langsung menggelar jumpa pers di kediamannya. Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan kemenangannya dan dia masih menunggu hasil resmi dari KPU. "Penghitungan suara jelas belum selesai sampai nanti KPU sebagai lembaga yang paling berwenang mengumumkan hasil pemilu ini. Meski dari lembaga survei yang melakukan quick count menunjukkan keberhasilan kami dan teman-teman seperjuangan, tapi kami tetap meletakkan menunggu hasil penghitungan dari KPU hingga saatnya nanti disampaikan menurut undang-undang," kata SBY.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas partisipasi dalam mengikuti pilpres. "Marilah kita jaga bersama suasana nyaman dan damai di negeri ini. Kalau ada keberatan dan protes, salurkanlah melalui saluran dan prosedur yang diatur undang-undang. Dengan demikian, demokrasi dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya. "Siapa pun, baik yang menang, maupun yang kalah, tetap agung. Bagi konstituen, penghitungan ini belum selesai, masih akan berlanjut. Bersyukur itu dianjurkan. Tetaplah saling menjaga, saling menghormati satu sama lain," kata SBY lagi.
COMMENTS