PADANG ONLINE, JAKARTA - Seperti ramai diberitakan, dalam beberapa hari terakhir menguat dugaan terjadinya gesekan antara KPK dengan Polri. Bahkan hal itu secara tidak langsung diungkapkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duaji ketika dirinya dipojokkan dengan isu penyadapan yang dilakukan oleh KPK terkait kasus dugaan upaya pencairan dana sebesar 18 juta Dollar AS milik Boedi Sampoerna di Bank Century. Dirinya juga dikabarkan meminta Rp10 miliar sebagai imbalan atas surat yang dikeluarkannya dalam upaya memuluskan pencairan dana itu.
Seperti ditulis Majalah Tempo edisi terbaru 6-12 Juli, dalam rubrik wawancara Susno menjawab pertanyaan soal pihak-pihak yang berprasangka negatif pada dia, dalam konteks isu penyadapan yang tengah hangat.
Gayung pun bersambut, Polri kemudian balik membalas sikap KPK itu dengan mengusut dugaan penyadapan oleh KPK terhadap Rani Juliani dan Nasruddin dalam dimana Antasari Azhar yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPK menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
Gesekan antara KPK dengan Polri itu bahkan diakui oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono. “Ini realitas dan saya buka sebagai bentuk transparansi. Tapi pasti ada jalan keluarnya,” kata SBY di Istana Negara beberapa waktu lalu ketika dimintai tanggapannya terhadap ucapan Susno Duaji itu.
Seperti ditulis Majalah Tempo edisi terbaru 6-12 Juli, dalam rubrik wawancara Susno menjawab pertanyaan soal pihak-pihak yang berprasangka negatif pada dia, dalam konteks isu penyadapan yang tengah hangat.
"...Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa,"ujar Susno seperti dikutip dari Majalah Tempo.
Gayung pun bersambut, Polri kemudian balik membalas sikap KPK itu dengan mengusut dugaan penyadapan oleh KPK terhadap Rani Juliani dan Nasruddin dalam dimana Antasari Azhar yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPK menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
Gesekan antara KPK dengan Polri itu bahkan diakui oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono. “Ini realitas dan saya buka sebagai bentuk transparansi. Tapi pasti ada jalan keluarnya,” kata SBY di Istana Negara beberapa waktu lalu ketika dimintai tanggapannya terhadap ucapan Susno Duaji itu.
COMMENTS