PADANG ONLINE, Padang - Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi meresmikan hotel bintang lima pertama di Sumatera Barat. Hotel Best Western Premiere Basko Hotel milik pengusaha asal Pariaman, Basrizal Koto (Basko), juga terintegrasi dengan shopping mall. Kehadiran Basko Hotel ini semakin mempertegas posisi Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera. Sebelumnya, di Sumatera Barat hanya ada hotel bintang 4 yaitu Hotel Bumiminang dan Pangeran Beach di Padang, serta Hotel The Hill dan Hotel Pusako di Bukittinggi.
Basko mengaku merasa tertantang saat berniat investasi di Sumatera Barat. Apalagi dengan posisinya sebagai Ketua Umum Saudagar Minang. Ia dituntut harus memberikan contoh kepada pengusaha Minang lainnya untuk membangun kampung halaman. Dorong lain juga dilatari belum ada hotel berstandar internasional di Sumatera Barat. Ini jelas merupakan peluang bisnis yang bagus. Keinginan berinvestasi tersebut juga didukung janji walikota Padang, Fauzi Bahar yang mempermudah proses mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Saya hanya mengurus IMB satu hari, kalau satu minggu saya tidak akan mau membangun, saya jadi repot jadinya," ujar Basko usai peresmian Best Wester Premiere Basko Hotel di jalan Hamka, Padang, Sabtu (27/6).
Basko menegaskan hotel bintang lima yang dibangunnya tersebut murni memiliki standar internasional. Bahkan jasa konsultannya langsung dari Amerika Serikat mengikuti standar grup Best Western. Mulai dari lantai keramik didatangkan dari Italia, kitchen dari Amerika. Bahkan sampai lukisan dinding juga mengikuti standar Best Western.
"Pintu tahan api dipasang di hotel ini juga sudah standar Best Western, artinya semua hotel kelompok ini menggunakan standar seperti ini, untuk Basko Hotel merupakan pertama di Indonesia," ujar Basko.
Basko mengklaim, karyawan hotel dan mall sekitar 98 persen adalah masyarakat Minang yang sebagian besar masyarakat lokal. Kebijakan tersebut sudah menjadi komitmennya saat berinvestasi di Sumatera Barat.
"Hanya di level manager saja orang asing," ujar Basko yang akan berinvestasi sebesar Rp 50 miliar di tahun ini pada perusahaan air minum di Pariaman.
Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi mengatakan kehadiran hotel bintang 5 ini semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai 10 destinasi unggulan di Indonesia. Apalagi melihat kecendrungan adanya peningkatan arus balik penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai 1,7 juta tahun 2008 dengan persentase pertumbuhan 108 persen. Ini menjadikan BIM sebagai bandara yang paling tertinggi tingkat pertumbuhannya di Indonesia.
Gamawan juga merespon kebijakan walikota Padang yang mempermudah perizinan investasi. Diharapkan kebijakan ini bisa dipertahankan dan komitmen ini berlaku bagi semua investor yang mau berinvestasi di Kota Padang.
Meskipun demikian, kata Gamawan, Sumatera Barat masih membutuhkan hall yang memiliki kapasitas besar untuk pengembangan pariwisata Meeting, Incentive,Convention Exhibition (MICE). Ini masih belum terpenuhi meskipun telah hadir hotel bintang lima.
"Kita masih butuh hall yang lebih besar dengan kapasitas 2.500 sampai 5.000 orang, jadi investasi di perhotelan masih dibutuhkan," ujarnya menambahkan. Saat ini Pemerintah Provinsi sedang bernegosiasi dengan investor yang akan membangun hotel baru di Bukittinggi.
Best Western Premier Basko Hotel dan Basko Mall diperkirakan menampung tenaga kerja sampai 1.500 orang, 400 orang hanya dari hotel. Investasi hotel bintang 5 pertama di Sumatera Barat ini sekitar Rp 200 miliar.
Basko mengaku merasa tertantang saat berniat investasi di Sumatera Barat. Apalagi dengan posisinya sebagai Ketua Umum Saudagar Minang. Ia dituntut harus memberikan contoh kepada pengusaha Minang lainnya untuk membangun kampung halaman. Dorong lain juga dilatari belum ada hotel berstandar internasional di Sumatera Barat. Ini jelas merupakan peluang bisnis yang bagus. Keinginan berinvestasi tersebut juga didukung janji walikota Padang, Fauzi Bahar yang mempermudah proses mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Saya hanya mengurus IMB satu hari, kalau satu minggu saya tidak akan mau membangun, saya jadi repot jadinya," ujar Basko usai peresmian Best Wester Premiere Basko Hotel di jalan Hamka, Padang, Sabtu (27/6).
Basko menegaskan hotel bintang lima yang dibangunnya tersebut murni memiliki standar internasional. Bahkan jasa konsultannya langsung dari Amerika Serikat mengikuti standar grup Best Western. Mulai dari lantai keramik didatangkan dari Italia, kitchen dari Amerika. Bahkan sampai lukisan dinding juga mengikuti standar Best Western.
"Pintu tahan api dipasang di hotel ini juga sudah standar Best Western, artinya semua hotel kelompok ini menggunakan standar seperti ini, untuk Basko Hotel merupakan pertama di Indonesia," ujar Basko.
Basko mengklaim, karyawan hotel dan mall sekitar 98 persen adalah masyarakat Minang yang sebagian besar masyarakat lokal. Kebijakan tersebut sudah menjadi komitmennya saat berinvestasi di Sumatera Barat.
"Hanya di level manager saja orang asing," ujar Basko yang akan berinvestasi sebesar Rp 50 miliar di tahun ini pada perusahaan air minum di Pariaman.
Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi mengatakan kehadiran hotel bintang 5 ini semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai 10 destinasi unggulan di Indonesia. Apalagi melihat kecendrungan adanya peningkatan arus balik penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai 1,7 juta tahun 2008 dengan persentase pertumbuhan 108 persen. Ini menjadikan BIM sebagai bandara yang paling tertinggi tingkat pertumbuhannya di Indonesia.
Gamawan juga merespon kebijakan walikota Padang yang mempermudah perizinan investasi. Diharapkan kebijakan ini bisa dipertahankan dan komitmen ini berlaku bagi semua investor yang mau berinvestasi di Kota Padang.
Meskipun demikian, kata Gamawan, Sumatera Barat masih membutuhkan hall yang memiliki kapasitas besar untuk pengembangan pariwisata Meeting, Incentive,Convention Exhibition (MICE). Ini masih belum terpenuhi meskipun telah hadir hotel bintang lima.
"Kita masih butuh hall yang lebih besar dengan kapasitas 2.500 sampai 5.000 orang, jadi investasi di perhotelan masih dibutuhkan," ujarnya menambahkan. Saat ini Pemerintah Provinsi sedang bernegosiasi dengan investor yang akan membangun hotel baru di Bukittinggi.
Best Western Premier Basko Hotel dan Basko Mall diperkirakan menampung tenaga kerja sampai 1.500 orang, 400 orang hanya dari hotel. Investasi hotel bintang 5 pertama di Sumatera Barat ini sekitar Rp 200 miliar.
COMMENTS