| KEPALA MTsN 1 Kota Padang menyerahkan bantuan pendidikan dari dana zakat guru dan pegawai yang dihimpun melalui UPZ kepada salah seorang siswa. |
PADANG, BRAVOSUMBAR.COM
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang H. Marjanis meresmikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MTsN 1 Padang, Selasa (21/7/2020). Peresmian tersebut disimboliskan dengan penandatanganan prasasti UPZ dilanjutkan dengan penyerahan zakat dari guru dan pegawai diwakili oleh Mustakim dan Rahimi Ikhwani kepada Ketua UPZ Dafril Tuanku Bandaro. Kemudian dilakukan penyerahan zakat kepada salah seorang siswa didampingi orangtua.
Peresmian tersebut disaksikan Kepala MTsN 1 Padang Hj. Rifdawati, unsur pimpinan, Ketua Komite H. Syafri Yusuf, pengawas madrasah, guru, dan pegawai.
Kepala Kantor Kemenag Kota Padang H. Marjanis memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar MTsN 1 Kota Padang atas terbentuknya UPZ tersebut.
“Jadikanlah wadah ini untuk melayani para muzakki dan membahagiakan para mustahiq. Besarkan UPZ ini karena ini adalah ladang ibadah yang begitu luas, baik oleh pemberi zakat, penerima, dan juga pengelola,” ujarnya.
Sementara, Kepala MTsN 1 Padang Hj. Rifdawati menyampaikan latar belakang dibentuknya UPZ ini adalah mengingat banyaknya siswa dan warga madrasah yang sangat membutuhkan uluran tangan dan membutuhkan sentuhan agar mereka bisa meneruskan pendidikannya.
Selain itu juga untuk mewadahi secara resmi para pemberi zakat terutama guru dan pegawai MTsN 1 Padang, orangtua siswa, dan para muzakki lainnya.
Ia menjelaskan UPZ itu dikelola oleh amil zakat dengan struktur kepengurusan terdiri dari kepala madrasah selaku penasehat, ketua Dafril Tuanku Bandaro, sekretaris Jaslainy, dan bendahara Rusyda Masyhudi dengan periode kepengurusan selama empat tahun.
“UPZ ini akan dikelola secara profesional dan proporsional untuk melayani para muzakki dengan sebaik-baiknya dan mengayomi para mustahiq dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Rifdawati menambahkan, di madrasah yang dipimpinnya itu terdapat potensi dana zakat hingga puluhan juta rupiah per tahun. Dengan telah adanya UPZ, maka dana zakat itu dapat dimanfaatkan untuk mengcover siswa kurang mampu.
“UPZ ini tidak hanya hanya menghimpun zakat dari gaji guru dan pegawai tapi juga sertifikasi serta zakat harta (maal). Selama ini kan (dana zakatnya) ke mana-mana diserahkan. Sekarang dikumpul di UPZ dan lebih terkoordinir. Siswa yang kurang mampu nanti didata melalui walikelas dan orangtua juga boleh mengusulkan calon penerima. Begitu juga dana infak dan sedekah. Sehingga semuanya benar-benar terjangkau,” tutur Rifdawati.
Di tempat yang sama, Ketua UPZ MTsN 1 Padang Dafril Tuanku Bandaro mengatakan zakat akan menyelamatkan si kaya dari neraka dan menyelamatkan si miskin dari kekufuran. “Semoga dengan adanya UPZ ini mampu mewadahi antara muzakki dan mustahiq,”: sebutnya sembari menambahkan UPZ MTsN 1 Padang akan memberikan tiga pelayanan yaitu penerimaan zakat, infak, dan sedekah serta pendistribusian kepada ashnaf yang delapan, meringankan beban para duafa, serta sebagai santunan sosial. (ak)
Komentar