KABID PENMAD H. SYAMSUL ARIFIN - Kepala Madrasah Dituntut Bernyali Lahirkan Inovasi demi Sukseskan UN

Iklan Semua Halaman

KABID PENMAD H. SYAMSUL ARIFIN - Kepala Madrasah Dituntut Bernyali Lahirkan Inovasi demi Sukseskan UN

Selasa, 10 Maret 2020
KEPALA Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumbar H. Syamsul Arifin berfoto bersama Kepala MAN 3 Padang Afrizal didampingi Kaur TU Ardiani, Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung, Waka Humas Ihsan Lubis, Waka Sarpras Mashuri, dan Ketua Komite Buya Jamaris saat meninjau pelaksanaan UAMBN-BK di MAN 3 Padang, Selasa (10/3/2020).


Memasuki hari kedua, Selasa (10/3/2020), pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di Sumbar berjalan lancar. Sejauh ini tidak ada kendala yang dihadapi oleh semua madrasah pelaksana. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumbar H. Syamsul Arifin kepada KORAN PADANG saat meninjau pelaksanaan UAMBN-BK di MAN 3 Padang, Selasa (10/3/2020).

“Kita berharap hingga hari terakhir besok pelaksanaan UAMBN-BK di Sumbar berjalan lancar. Dari monitoring yang kita laksanakan maupun dari laporan yang masuk, tidak ada kendala sama sekali. Sejauh ini berjalan aman dan lancar. Biasanya yang sering jadi kendala itu adalah faktor non teknis, seperti listrik dan jaringan internet. Alhamdulillah, saat ini kendala itu tidak ada lagi. Mudah-mudahan tetap demikian hendaknya sampai UAMBN-BK selesai pada Rabu (11/3/2020),” ujar H. Syamsul Arifin.

Menurutnya, hal itu dikarenakan kesigapan kepala madrasah bersama jajaran panitia dalam menyiapkan pelaksanaan ujian secara matang. Pihaknya juga mendapat informasi bahwa kepala madrasah sudah mengantisipasi kendala yang biasa muncul itu dengan sejumlah pihak terkait. Seperti masalah listrik dikonsultasikan dengan PLN dan jaringan internet dengan telkom. Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi kepada semua madrasah pelaksana atas kelancaran pelaksanaan UAMBN-BK tahun ini.

Apalagi, lanjutnya, semua madrasah aliyah sudah harus melaksanakan ujian akhir berbasis komputer. Hal itu sudah dimulai sejak tahun ajaran 2018-2019. Oleh karena itu, pihak madrasah memang dituntut untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan matang dan melakukan langkah antisipasi jika terjadi kendala. Sedangkan untuk tingkat madrasah tsnawiyah, pelaksanaan ujian berbasis komputer 100 persen se-Sumbar dilaksanakan mulai tahun ini. 

“Tahun lalu masih ada sekitar 16 satuan pendidikan yang belum melaksanakan ujian akhir berbasis komputer. Tapi tahun ini kita patok sudah benar-benar terlaksana 100 persen. Jadi, tidak ada lagi ujian pakai kertas dan pensil, baik untuk madrasah aliyah maupun tsanawiyah,” ulasnya.

Syamsul Arifin juga menekankan kepada para kepala madrasah agar mempersiapkan siswa dengan matang, khususnya siswa kelas XII karena mereka akan menjalani serangkaian ujian akhir yang terdiri dari tiga tahap. Yaitu Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN-BK), Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). 

Semua ujian itu sudah menggunakan komputer dan untuk itu para kepala madrasah serta panitia harus mempersiapkan sarana prasana dengan baik guna menghindari permasalahan yang kemungkinan bisa timbul melalui antisipasi yang tepat dan cepat.

“Jadi, kami harapkan pelaksanaan ujian benar-benar berjalan lancar dan tidak mengalami masalah karena penilaian ujian tahun ini semuanya menggunakan computer based test (CBT),” paparnya serius.

Lebih lanjut ia memaparkan pada dasarnya pola pelaksanaan tugas kepala madrasah cuma tiga hal pokok saja. Yakni penerimaan siswa baru atau PPDB (30 persen), pelaksanaan proses belajar mengajar (30 persen), dan ujian akhir (40 persen). 

“Penilaian ujian akhir mendapat porsi lebih besar karena hal itu merupakan wujud dari keberhasilan dan kesuksesan madrasah dalam membina dan mendidik siswa selama tiga tahun, mulai dari penyaringan dan penerimaan siwa baru, proses belajar mengajar (PBM), sebelum akhirnya para siswa menjalani UN. Jadi, jika PPDB dan PBM sukses tapi UN gagal, maka sekolah atau madrasah itu bisa dikatakan hancur. Namun, jika PPDB dan PBM mungkin ada kendala sementara UN sukses, maka itu tidak terlalu berpengaruh bagi madrasah. Jadi saya tekankan, UN ini merupakan wujud akhir dari kualitas pendidikan yang diberikan madrasah kepada para anak didiknya,” papar H. Syamsul Arifin.

Ia menegaskan, UN adalah agenda nasional yang harus disukseskan bersama. Untuk itu, dia juga mengapresiasi kepala madrasah yang punya nyali dalam melakukan inovasi guna menyukseskan pelaksanaan UN. Misalnya dengan menggelar belajar tambahan hingga menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya melalui tryout, simulasi, dan penggunaan aplikasi terbaru. Sebab, semua terobosan itu akan memberi manfaat signifikan dalam mengukur kapasitas siswa nantinya saat menghadapi UN.

Ia mengakui masih ada kepala madrasah yang kurang ‘bernyali’ dalam melakukan terobosan sehingga kepemimpinannya berjalan biasa-biasa saja. 

“Artinya, yang bersangkutan hanya mencukupkan kapasitas yang ada di dalam saja. Maka, bagi kepala madrasah yang seperti itu kita dari Kanwil akan memberikan bimbingan dan pembinaan supaya ia mampu melahirkan inovasi dan ide-ide baru guna memajukan satuan pendidikan yang dipimpinnya,” terang Syamsul Arifin. 

Hal senada diungkapkan Kepala MAN 3 Padang Afrizal. Menurutnya, orientasi hasil akan selaras dengan orientasi proses sehingga dengan pendidikan dan pembinaan yang dilakukan selama ini kepada anak didik disiapkan dengan matang maka hasil ujian juga akan optimal.

"Jadi, kita memang harus mensukseskan semua rangkaian ujian akhir tahun ini, baik pelaksanaannya itu sendiri dan yang tak kalah pentingnya adalah hasil akhirnya sehingga pelaksanaan maupun hasil ujian akan optimal," ungkap Afrizal didampingi Kaur TU Ardiani, Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung, Waka Humas Ihsan Lubis, dan Waka Sarpras Mashuri.

Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya menggelar semua tahapan ujian akhir untuk siswa kelas XII, mulai dari pelaksanaan UAS hingga UNBK nantinya dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai demi kenyamanan para peserta ujian.

“Semoga dengan ujian ini siswa-siswi MAN 3 Padang dapat menunjukkan hasil yang maksimal selama belajar di madrasah ini,” pungkasnya. (ak)