H. MARJANIS TINJAU PELAKSANAAN UAMBN-BK DI MAN 3 PADANG - Kualitas Pendidikan Harus Benar-benar Diperhatikan, Jangan Kecewakan Siswa dan Orangtua

Iklan Semua Halaman

H. MARJANIS TINJAU PELAKSANAAN UAMBN-BK DI MAN 3 PADANG - Kualitas Pendidikan Harus Benar-benar Diperhatikan, Jangan Kecewakan Siswa dan Orangtua

Selasa, 10 Maret 2020
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang H. Marjanis (nomor tiga dari kiri) berfoto bersama Kepala MAN 3 Padang Afrizal (dua dari kiri) didampingi Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung (dua dari kanan), Waka Siswa Roby Esa (paling kanan), dan Waka Sarpras Mashuri (paling kiri) serta Ketua Komite Buya Jamaris (tiga dari kanan) saat meninjau pelaksanaan UAMBN-BK, Selasa (10/3/2020).


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang H. Marjanis mengingatkan kepada semua kepala madrasah beserta jajaran pendidik dan tenaga kependidikan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada siswa. Ia menekankan agar orangtua jangan sampai merasa kecewa dengan kualitas pendidikan yang diterima anaknya selama menuntut ilmu di madrasah.

Hal itu disampaikan H. Marjanis saat meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) di MAN 3 Padang, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa pagi (10/3/2020).

“Tiga tahun orangtua mempercayakan sepenuhnya dan menyerahkan anaknya kepada madrasah untuk dibina dan dididik, jangan sampai mereka kecewa. Untuk itu, semua komponen pendidik dan tenaga kependidikan harus memberi pelayanan maksimal,” kata Marjanis.

Menurutnya, ujian akhir yang dijalani siswa adalah titik puncak dari pembinaan yang dilakukan pihak madrasah selama tiga tahun. 

“Hasil pendidikan yang mereka dapatkan selama tiga tahun di madrasah akan tertulis pada ijazah masing-masing siswa nantinya. Tentu siswa dan orangtuanya akan bangga jika pada ijazahnya itu tercantum nilai-nilai yang bagus. Sebaliknya, mereka akan kecewa jika pada ijazah tercantum nilai yang tidak memuaskan,” ulas Marjanis.

Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala madrasah beserta jajaran untuk benar-benar memberi perhatian lebih pada siswa. Bagi siswa yang dinilai belum maksimal dalam menyerap pelajaran agar lebih digenjot lagi melalui berbagai upaya seperti remedial, pengayaan, maupun belajar tambahan. 

Sedangkan bagi siswa yang dinilai betul-betul pandai juga lebih dibina lagi, kalau perlu dimasukkan les.

“Jadi, jangan sampai ada siswa yang tidak diperhatikan. Baik siswa yang pandai dan berkemampuan di atas rata-rata maupun yang tidak, semuanya harus mendapat perhatian. Sehingga kualitas pendidikan yang mereka terima benar-benar maksimal karena bagaimanapun hal itu akan berpengaruh pada nilai ujian akhir mereka saat kelulusan nanti,” papar Marjanis yang juga Plt. Kakan Kemenag Kota Solok itu.

Terkait pelaksanaan UAMBN-BK, ia menyampaikan sejumlah poin penting yang mesti jadi perhatian utama pihak madrasah. Yaitu terkait perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. Ketiga hal tersebut harus dijalankan dengan sukses. 

“Artinya, ujian harus benar-benar direncanakan dengan matang. Mulai dari pelaksanaan sesi, jadwal ujian, pembagian ruang ujian, dan segala macamnya, bahkan hingga kisi-kisi soal. Kemudian saat pelaksanaan ujian siswa harus bisa enjoy. Mereka merasa nyaman saat mengerjakan soal-soal ujian dan tidak ada hal-hal yang bisa mengganggu dan memecah konsentrasi siswa. Sarana dan prasarana harus dilengkapi. Listrik, komputer, dan jaringan disiapkan dengan sungguh-sungguh sehingga tidak ada kendala saat ujian. Begitu juga dengan hasil ujian dan pelaporannya, harus sukses,” terang Marjanis.

Lebih lanjut ia berharap ada siswa dari Kota Padang yang mampu meraih rangking satu se-Sumbar untuk mata pelajaran yang diujikan. “Misalnya mata pelajaran Quran Hadits, SKI, Fiqih, kita ingin ada siswa kita dari Kota Padang yang dapat rangking satu, nilainya tertinggi di Sumbar,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap madrasah di Kota Padang sukses meraih nilai rata-rata tertinggi di Sumbar. Dengan demikian, Kota Padang dapat semakin mengukuhkan dirinya sebagai kota unggul di bidang pendidikan, khususnya dalam pendidikan ke-Islaman.

H. Marjanis Tinjau UAMBN-BK di MAN 3 Padang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang H. Marjanis, Kaur TU MAN 3 Padang Ardiani, dan Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung, menyalami siswa jelang pelaksanaan UAMBN-BK, Selasa (10/3/2020).

Terkait pelaksanaan ujian tengah semester (mid) berbasis android yang baru-baru ini dilaksanakan MAN 3 Padang, H. Marjanis menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, sudah saatnya madrasah beradaptasi dengan kecanggihan teknologi. Sebab ke depan semuanya akan berbasis digital. Bahkan ujian CPNS sudah berbasis CAT. 

“Jika sudah dibiasakan kepada siswa menggunakan sistem digital, mereka tidak akan canggung lagi nanti. Jadi, madrasah yang sudah menerapkan sistem digital, pantas diberi apresiasi. Kalau perlu ujian harian juga berbasis android nantinya,” ucapnya.

Apalagi, imbuhnya, sistem digital sangat menguntungkan, seperti kejujuran dalam menjawab soal, berintegritas tinggi, hingga ketepatan waktu.

KERJASAMA DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR

Di sisi lain, H. Marjanis berpesan kepada pihak madrasah untuk membangun kerjasama dengan lingkungan sekitar seperti pemuda dan tokoh masyarakat setempat dalam memperhatikan siswa. Hal itu penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun aksi tidak terpuji siswa, seperti membolos, terlibat narkoba, melakukan aksi hura-hura, hingga tawuran.

“Kita harus akui, perkembangan zaman saat ini menjadikan situasi genting bagi generasi muda. Untuk itu, semua pihak harus terlibat dalam mengawasi anak-anak kita. Makanya, pihak sekolah dan madrasah harus mampu menggandeng masyarakat sekitar dan semua stakeholder terkait untuk turut mengawasi siswa. Orangtua juga berperan penting. Artinya, berikan pengawasan melekat pada siswa sehingga mereka kelak menjadi generasi emas yang cerdas dan berakhlak mulia,” kata Marjanis.

MAN 3 PADANG BERTEKAD RAIH ‘TRIPLE SUKSES’

Sementara itu, Kepala MAN 3 Padang Afrizal didampingi Kaur TU Ardiani, Waka Kurikulum Syafrizal Tanjung, Waka Humas Ihsan Lubis, Waka Kesiswaan Roby Esa, dan Waka Sarpras Mashuri serta Ketua Komite Buya Jamaris, menegaskan kesiapan pihaknya menggelar serangkaian tahapan ujian akhir untuk siswa kelas XII, mulai dari pelaksanaan UAS hingga UNBK nantinya. 

“Saat ini kita sudah mandiri melaksanakan ujian berbasis komputer. Semua kelengkapan sarana dan prasarana kita penuhi dan kondisinya sangat memadai. Jaringan internet dan listrik kita siapkan sebaik-baiknya. Begitu juga jika ada kendala teknis maupun non-teknis, sudah kita siapkan langkah antisipasinya. Yang penting, pelaksanaan ujian berjalan aman dan lancar, siswa merasa nyaman, dan hasilnya memuaskan siswa, orangtua, dan kita selaku pendidik dan tenaga kependidikan. Itulah tekad kita bersama, yakni meraih ‘triple sukses’ pada pelaksanaan ujian ini,” papar Afrizal.

Ditambahkannya, untuk lebih mematangkan kesiapan siswa, sebelumnya sudah dilakukan berbagai tryout dan simulasi. Ia menjelaskan simulasi itu wajib diikuti siswa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan UAMBN-BK.

"Simulasi UAMBN-BK dilaksanakan untuk mengantisipasi kendala dan hambatan yang mungkin terjadi saat hari-H. Selain itu juga agar siswa tidak kesulitan saat mengikuti ujian. Sehingga, jika ada kendala bisa cepat diperbaiki dan dibenahi. Oleh karena itu, kita cukup yakin dan optimis pelaksanaan UAMBN-BK kali ini berjalan lancar, insyallah,” ungkapnya. (rev)