Menyigi Problema Jalan di Kecamatan Padang Utara

Advertisement

Menyigi Problema Jalan di Kecamatan Padang Utara

Kamis, 20 Februari 2020

Ilustrasi jalan.


OLEH: H. ADI BERMASA

PANTAS diacungkan jempol. Begitu bagusnya jalan lebar, beraspal mulus, dengan trotoar yang begitu membanggakan di depan SMA 1 Negeri Padang, Kelurahan Lolong Belanti. 

Beruntunglah pelajar sekolah hebat itu dan masyarakat sekitar karena sudah menikmati jalan rancak, lebar pula. Meski jalan rancak itu baru selesai sekitar 300 meter namun telah membuat suasana lingkungan tampak nyaman. Ini pantas disyukuri. Boleh jadi, inilah jalan bagus dan mulus yang belum begitu banyak orang tahu. Maklum, lokasinya agak di dalam. Kendraan angkutan umum tak melintas di sini kecuali angkutan online. 

Kita percaya, Pemko Padang takkan berlama-lama membiarkan jalan bagus ini terlalu pendek. Bisa jadi pembangunannya akan berlanjut tahun 2020 ini. Kalau pembangunan jalan bagus ini segera berlanjut ke arah barat, tentu semakin hebat. 

Tapi, kalau belum berhasil, jelas ada kendala. Boleh jadi pemilik tanah belum bersedia 'nego' dengan pemerintah. Semoga saja niat baik mempercantik lingkungan Padang Utara tak terlalu lama negonya. Insyaallah lebih cepat lebih baik. Terbuka jugalah hati 'dunsanak kito' pemilik tanah yang sangat strategis mempercantik Padang Utara ini. 

Selain itu masih ada tanah yang dalam penggarapan tim, yaitu di samping selatan kampus AMIK Indonesia. Belum tembus-tembus juga jalan itu menuju Khatib Sulaiman. Padahal panjangnya tak sampai 200 meter. Tapi begitu payahnya Pemko Padang menerobos jalan yang masih buntu itu. 

Karena tak kunjung mulusnya 'pendekatan sehati' antara tim Pemko dengan pemilik tanah, jadilah pembangunan jalan yang berada di kawasan Lolong Belanti Kecamatan Padang Utara itu mandek. Jalan sekitarnya juga tak jadi perhatian. Aspalnya terkelupas, berlubang bak kubangan kerbau jadi pemandangan tak mengenakkan. Ironisnya, jalan di balik jembatan Batang Belanti sangat mulus karena dicor beton oleh Pemerintahan Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat. 

Meski 'jalan mati' ke arah Khatib Sulaiman itu entah kapan bisa mulus, namun jalan penghubung ke Kelurahan Flamboyan Baru pantas direhab. Baiknya tim Kelurahan Belanti Lolong ‘mencigap-cigap’ jugalah beragam problema infrastruktur di kawasan Timur Lolong Belanti tersebut. 

Lebih parah lagi jalan penghubung dari Khatib Sulaiman, persisnya di depan hotel kawasan simpang tiga Belanti, luar biasa rusaknya. Air tergenang dalam banyak lubang menganga. Sangat memprihatinkan. Padahal siang-malam jalan itu dilalui beragam pejabat penting namun yang kerusakannya makin fatal. 

Lebih problema lagi, jalan terusan dari Padang Barat ke Padang Utara via Flamboyan Baru menembus perkampungan Sikumbang yang belum juga terealisasi. Khusus di Flamboyan Baru sudah sangat lama jalan di kawasan itu selesai. Sementara jalan yang berada di wilayah Padang Utara tak ada kabar beritanya. 

Begitu rumitnya membangun infrastruktur di 'tanah bertuah' ini. Bukan di Padang Utara saja, di tempat lain sama saja. Lihatlah rencana tol Padang - Sicincin yang begitu rumit.

Kita cukuplah bicara beberapa problema infrastruktur, terutama jalan yang sifatnya kecil-kecilan saja. Sungguh butuh kesabaran. Kalaulah sabar tak diiringi strategi jitu, tetaplah lamban semua rencana untuk ditindaklanjuti. *