Mari Terus Bersihkan Padang dari Maksiat

Advertisement

Mari Terus Bersihkan Padang dari Maksiat

Rabu, 19 Februari 2020

Walikota Padang H. Mahyeldi sidak ke kawasan Atom Center Pasar Raya, Kamis (6/2/2020). 

OLEH: H. ADI BERMASA

SYUKUR, Pak Walikota Mahyeldi beraksi ‘membersihkan’ komplek pertokoan Atom Center di Jalan Imam Bonjol, pusat Kota Padang, Kamis lalu (6/2/2020). Sudah sangat lama kawasan pertokoan itu meresahkan warga kota tercinta ini. Beragam ketidaksenonohan disinyalir sudah berlangsung lama menggurita di kawasan itu.

Pertokoan Atom Center ini seakan tak bertuan. Cenderung diurus ‘raja-raja kecil’ sebagai kawasan yang identik dengan perbuatan asusila. Meski di sana ada pertokoan resmi, namun warga yang berbelanja ke sana terbilang sedikit.

Kini, problema pertokoan yang memprihatinkan itu sudah di genggaman Pak Wali Mahyeldi. Niscaya ada jalan keluar dalam mengatasi kawasan yang selama ini seringkali jadi sasaran penggerebekan Satpol PP karena oknum masyarakat yang berperangai sebagai umpan neraka.

Di saat kita sudah begitu bangga dengan beragam lingkungan di Kota Padang yang asri dan menyejukkan, ternyata komplek Atom Center harus menunggu sentuhan langsung tangan Pak Wali dalam penataannya. 

Semoga dalam waktu tak begitu lama, Pak Wali menginformasikan gagasan briliannya untuk menyulap kawasan Atom Center itu. Mungkin jadi pusat rekreasi keluarga atau bisa juga jadi kawasan perekonomian modern yang membanggakan

Kawasan Atom Center ini lokasinya sangat strategis. Di tengah pusat kota. Mudah dijangkau dari mana saja. Pebisnis kuat pasti tertarik berinvestasi di kawasan ini.

Dari inspeksi mendadak yang dilakukan Pak Wali, terkesan 'aparat bawah' seakan membiarkan saja kebejatan yang terus menggurita di sana. Bahkan lembaga legislatif pun tak begitu mengangkat problema kawasan memprihatinkan ini.

Yang jelas, semua perbuatan aneh-aneh di pertokoan ini akan berakhir dengan sendirinya kalau semua pihak memberi support positif dalam melibas habis beragam kejelekan yang selama ini sepertinya cenderung terbiarkan saja.

Di sisi lain, beragam aksi kejahatan di kota tercinta ini perlu disikat habis. Aksi begal yang meresahkan perlu terus digulung. Begitu juga perbuatan tak senonoh oleh PSK, perlu aksi lebih berani dalam menghabisinya.

Bagaimanapun juga, Padang adalah ibukotanya Sumatra Barat dengan warganya yang berfalsafah adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah. Kewajiban kita bersama menjadikan Padang sebagai ‘kota tercinta’ dalam arti yang sebenarnya. Semua perilaku tercela wajib enyah dari kota ini. Insyaallah. *