PADANG, BRAVOSUMBAR.COM
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat H. Hendri akan memberi reward kepada kepala madrasah yang komit dalam menyukseskan gerakan literasi ‘Sagu Guru Satu Buku’. Bahkan, reward khusus bakal diberikan kepada kepala madrasah yang mampu menulis buku dan mendorong guru-guru di madrasah yang dipimpinnya melahirkan buku.
“Mustahil jika guru mampu menulis buku sementara kepala madrasah tidak. Untuk itu, kepala madrasah kita juga dorong untuk melahirkan buku dan kita beri reward,” ujar H. Hendri saat menghadiri acara pembukaan pelatihan menulis ‘Satu Guru Satu Buku (Sagusabu)’ yang diadakan pengurus Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) Kementerian Agama Kota Padang bekerjasama dengan ‘Media Guru’ dan didukung penuh Kanwil kemenag Sumbar, di Hotel Kyriad Bumi Minang, Padang, Sabtu (15/2/2020).
Pelatihan yang diikuti sekitar 200 lebih guru madrasah se-Kota Padang itu berlangsung selama dua hari hingga Minggu (16/2/2020).
Menurutnya, reward perlu diberikan kepada kepala madrasah yang melahirkan buku dan mendorong guru-guru di madrasah yang dipimpinnya dalam menulis buku. Sebab, hal itu menjadi pembuktikan dan komitmen kepala madrasah dalam mendorong serta menyukseskan gerakan literasi, khususnya di lingkungan kementerian agama (kemenag).
Dijelaskannya, reward yang diberikan nantinya bisa dalam bentuk piagam penghargaan hingga penempatan atau reposisi kepala madrasah yang bersangkutan ke tempat yang lebih strategis. Sebab, peran aktif kepala madrasah dalam gerakan literasi juga menjadi salah satu poin yang menentukan ddalam penilaian kinerja.
Namun, lanjutnya, bagi kepala madrasah yang sama sekali tidak melahirkan buku atau enggan menulis buku maka dipastikan bakal ada evaluasi. H. Hendri belum mengungkap apakah akan diberi sanksi dalam bentuk apa atas keengganan kepala madrasah dalam menulis buku. Akan tetapi, ia mengisyaratkan untuk tahap awal akan ada ‘teguran’ khusus.
Pada acara pelatihan menulis Sagusabu itu juga diberikan penghargaan kepada para kepala madrasah dengan jumlah peserta terbanyak menghadiri pelatihan tersebut. Di antaranya Kepala MAN 3 Kota Padang Afrizal, Kepala MAN 2 Padang Akhrimen Ardi, dan sejumlah kepala MIN, MTsN, dan MAN lainnya di Kota Padang. (ak)