Jangan Takut Hijrah

Advertisement

Jangan Takut Hijrah

Selasa, 12 Februari 2019


OLEH: ADMI RAHMI HIDAYAH (Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Andalas)

Admi Rahmi Hidayah
PADA zaman milenial ini banyak dari kalangan pemuda yang memulai untuk membuka diri dengan pengetahuan agama. Salah satunya dengan menonton channel youtube yang berisi ceramah atau mengikuti kajian secara langsung. Dampak positif dari hal ini adalah fenomena ‘hijrah’ di kalangan anak-anak muda. 

Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan, dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah dilakukan oleh Nabi Muhamad dengan para sahabat dari Mekah ke Madinah untuk mempertahankan dan menegakkan ajaran Islam.

Dijelaskan dalam surat Al-Baqarah 2:218: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah maha pengampun maha penyayang.

Dalam ayat ini jelas diperintahkan bagi orang-orang beriman untuk hijrah di jalan Allah dengan harapan mendapatkan rahmat-Nya. Sebagai pemuda yang mengharapkan rahmat dan karunia dari Allah SWT agar dosa-dosa dihapuskan, mendapatkan kehidupan yang tenang, dan menuju surga Allah SWT, pasti kita harus berhijrah dengan melakukan perubahan dalam hidup ini, mengatur ulang tata cara berfikir, bertindak dengan selalu mengikutsertakan Allah SWT dalam setiap keputusan yang diambil. Melakukan perubahan dalam hidup bukan perkara yang mudah dan bukan pula perkara yang sulit. Semua tergantung niat yang sudah disandarkan kepada Allah SWT.

Langkah awal untuk memulai mengubah sikap diri menjadi lebih baik dibutuhkan hidayah yang timbul dalam diri seorang manusia. Disayangkan kebanyakan dari kita berfikir kalau hidayah itu akan muncul seketika tanpa adanya usaha. Hidayah itu adalah suatu rahmat Allah SWT yang harus dijemput dengan kesungguh-sungguhan oleh setiap insan manusia. 

Pertanyaan seperti hidup ini akan dibawa kemana?, apa gunanya kita sebagai manusia lahir di dunia ini?. Hidayah itulah yang membuat seorang manusia akan menjawab hidup ini, ‘karena Allah SWT. Semua urusan datang dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT. Saat perasaan semangat timbul untuk mengubah diri karena Allah SWT, maka dengan izin Allah, perlahan kita bisa melangkahkan kaki ini kepada jalan yang lebih baik. Berfikir ke arah yang lebih positif untuk hidup yang lebih baik karena keyakinan di hati kepada Allah SWT.

Hijrah ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT adalah tindakan yang wajib untuk kita lakukan sebagai manusia. Namun di balik proses itu, kita sering dihadapkan dengan berbagai ujian hidup yang membuat kita merasa sedih, kesal, marah, kecewa, benci, dan perasaan lainnya sehingga iman kita diuji oleh Allah SWT. 

Contohnya, dengan melakukan perubahan dalam diri bisa jadi kita diuji’ dengan kehilangan teman karena perbedaan dalam berfikir. Atau merasa sedih hati dengan kenyataan hidup yang tidak sesuai harapan. Hal-hal seperti ini sering membuat iman kita menjadi melemah. Namun dengan adanya landasan keyakinan kepada Allah SWT, niscaya semua akan bisa dilewati dengan  baik.  

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 155: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar  gembira kepada orang-orang yang sabar.

Maka dari itu kita sebagai hamba Allah SWT, haruslah sabar dan selalu yakin akan pertolongan  Allah  SWT serta berusaha sebaik mungkin dalam hidup. Yakin akan semua ketetapan yang diberikan oleh Allah adalah hal yang terbaik yang diberikan untuk hambanya. 

Dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 disebutkan: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan  dibiarkan  hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman,dan mereka tidak diuji lagi? 

“Ketika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah, maka berlarilah. Jika sulit bagimu, maka berlari kecilah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itupun tidak mampu, merangkaklah , Namun jangan  pernah berbalik arah atau berhenti.” (Imam As-Syafa’i)

Oleh sebab itu, semoga kita diberikan ketetapan hati yang kuat oleh Allah SWT untuk selalu berada di jalan Allah SWT karena Allah SWT pasti akan memberikan pertolongan kepada hambanya yang bersungguh-sungguh.  *