Karate Berencana Tri Out ke Negeri Tetangga

Iklan Semua Halaman

Karate Berencana Tri Out ke Negeri Tetangga

Sabtu, 11 Juli 2020


Pelatih karate PON Sumbar Martinel Utik Priastuti

PADANG, BRAVOSUMBAR - Dimasa Pandemi Covid-19 banyak kegiatan ditanguhkan bahkan dibatalkan penyelenggaraannya, tak terkecuali turnamen olahraga. Untuk itu banyak Pengprov Cabor untuk mengelar Tri Out dan uji tanding baik didalam negeri maupun luar negeri.

Terbaru, tim karate PON Sumbar juga berkeinginan untuk Tri Out ke luar negeri yaitu ke negeri Jiran Malaysia dan Thailand.

"Keinginan tersebut pasti ada tergantung dari KONI Sumbar sendiri apa bisa memberangkatkan tim karate Sumbar ke dua negara tersebut untuk melaksanakan uji tanding," ujar Pelatih karate Sumbar, Martinel Priastuti atau yang biasa disapa Utik tersebut kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Tujuan inti dari try out ke Negeri Jiran, Malaysia dan Thailand yakni agar dalam PON, delapan karateka tersebut mampu meraih prestasi terbaik yang akan dipersembahkan untuk Tuah Sakato di PON Papua nanti.

"Nah, untuk menjaga stamina, teknik maupun fisik, maka solusinya adalah harus berbanyak uji coba. Olehnya itu, kami berencana mengirim mereka untuk try out ke luar negeri,’’ ujar Utik.

Kenapa harus Malaysia dan Thailand yang jadi negara tujuan try out? Utik berujar, dipilihnya Malaysia dan Thailand karena di daratan Asia (Malaysia dan Thailand ) sering sekali digelar event atau kejuaraan karate berlebel dunia.’’ Kami mengirimkan karateka bukan untuk latihan saja, tetapi menguji mental dan menambah jam terbang latih tanding, mempertajam naluri, serta mengukur pengalaman bertanding karateka,’’ terang dia.

Kasrul menambahkan, atlet karate Maluku yang disiapkan tampil PON Jabar nanti, masih butuh try out untuk memantapkan teknik dan mental.’’ Saat ini, atlet yang sudah lolos PON hanya menjalani latihan di perguruan masing-masing. Sebab, KONI Maluku belum menetapkan jadwal dan belum ada training camp (TC). Jadi, kami agendakan untuk try out ke luar negeri. Skenario ini harus dijalankan,’’ demikian Kasrul.

Sementara itu, Yos Madeten mengakui, jika saat ini latihan atlet belum maksimal dan belum teratur.’’ Karena belum ada jadwal lanjutan dari KONI Maluku terkait persiapan atlet menuju PON Jabar,’’ beber dia.
Dijelaskan, selain jadwal latihan, atlet juga butuh simulsi tanding.’’ Memang perlu try out, untuk melatih dan mengukur kemampuan tim,’’ katanya.

Utik menegaskan, di PON nanti, kekuatan akan merata. Ancaman baru kini datang dari Sumut, Sulsel hingga Bali. Jadi siapa yang paling siap saja nanti yang akan keluar sebagai pemenang. (naldi)