Puskesmas Lubuk Buaya Lakukan Screening ‘PTM’ di MTsN 1 Padang

PETUGAS medis Puskesmas Lubuk Buaya melakukan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) di MTsN 1 Padang, Senin (24/2/2020). 



Puskesmas Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah melaksanakan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti gula darah dan hipertensi di MTsN 1 Padang, Senin (24/2/2020). 

Petugas kesehatan Puskesmas Lubuk Buaya Padang Puspaweni menjelaskan penyakit tidak menular berpotensi terjadi pada siapa saja melalui pola makan dan tidur yang tidak sehat. 

“Screning PTM ini merupakan agenda rutin untuk perkantoran. Jadi, seluruh guru dan pegawai di lingkungan kecamatan Kota Tangah dicek kesehatannya, termasuk MTsN 1 Padang,” ujarnya.
Ia menambahkan pemeriksaan awal PTM sangat penting untuk mendeteksi penyakit yang ada dalam tubuh. Setelah pengecekan dan jika diketahui ada penyakit maka dapat ditindaklanjuti dengan pengobatan rutin di Puskesmas Lubuk Buaya.

Kepala MTsN 1 Padang Hj. Rifdawati menyatakan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) penting dilakukan karena hasilnya akan berpengaruh terhadap kinerja guru atau pegawai yang bersangkutan. 

Ia menganjurkan seluruh guru dan pegawai di bawah binaanya untuk menerapkan pola hidup sehat, mulai dari makanan dan jadwal istirahat. 

“Jika pola hidup sehat dibiasakan maka akan berpengaruh terhadap kinerja dan kesehatan kita,” ulasnya. 

Hj. Rifdawati menyebut kesehatan merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian utama bagi setiap pribadi. Sebab, sehat akan membuat hidup lebih cerah, segar, membuka inspirasi, motivasi kerja, dan meningkatnya kompetensi seorang pendidik dan tenaga kependidikan. 

Menurutnya kerjasama yang baik antara Puskesmas Lubuk Buaya dengan MTsN 1 Kota Padang telah berjalan cukup lama dan terjalin erat. 

“Apapun keluhan kesehatan pada warga madrasah kita bisa langsung konsultasi dan mendapat solusi. Sehingga, tidak ada kendala dan hambatan untuk mewujudkan warga madrasah yang sehat lahir dan batin,” tuturnya.

Dari 50 orang guru dan pegawai MTsN 1 Padang yang dicek kesehatan, hanya satu orang pegawai yang dikategorikan dalam tahap ‘mengkhawatirkan’ karena gula darahnya melebihi ambang batas normal. (ak/*) 
Lebih baru Lebih lama