Sumbar Berduka Ibunda Nasrul Abit Meninggal Dunia

Iklan Semua Halaman

Sumbar Berduka Ibunda Nasrul Abit Meninggal Dunia

Rabu, 17 Juni 2020

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit


Air Haji, BRAVOSUMBAR - Sumatra Barat berduka, Ibunda Nasrul Abit, Hj. Syamsinar, telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang. Kabar duka datang dari keluarga besar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Selasa (16/6/2020).

Ibunda Nasrul Abit meninggal dunia pada usia 87 tahun. Diperkirakan pada pukul 13.15 WIB beliau menghembuskan nafas yang terakhir di kampung halamannya, Labuhan Tanjak, Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan

Setelah dikonfirmasi setda Sumbar, Alwis jenazah almarhumah rencananya akan disemayamkan tidak jauh dari rumahnya di Air Haji,  hari ini, pukul 09.00 WIB Rabu (17/6).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga menyampaikan rasa duka dan berlangsung kawa yang mendalam kepada Wagub Nasrul Abit dan keluarga besar karena waktu yang bersamaan mendengar kabar duka ini masih dalam perjalanan ke Pasaman Barat meninjau perkembangan UPTD peternakan sapi lokal Ruminansia Air Runding. 

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, atas nama pemerintah provinsi, masyarakat Sumbar dan selaku pribadi menyampaikan ikut berduka cita berlangsungkawa atas meninggalnya ibu Hj. Syamsinar ibunda tercinta Nasrul Abit wagub Sumbar, semoga almarhumah husnul khotimah ditempatkan Allah SWT disisi Nya yang terbaik," ungkapnya lewat telepon seluler.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, ibu merupakan sosok yang selalu memberi inspiratif semangat bagi bagi anak-anaknya apalagi bagi kita orang minang Ibu sosok yang selalu dimuliakan.

"Semoga semua ini tetap menjadi hikmah dan petunjuk Allah SWT agar pak Nasrul Abit berserta keluarga dapat tabah dan sabar menginspirasi banyak orang, kebaikan kepada orang tua merupakan pengabdian seorang anak kepada ibunya agar mendapat amalan yang baik dunia dan akhirat," seru doanya.

Sementara itu tidak banyak yang disampaikan oleh Nasrul Abit menyangkut almarhumah "Amak" (panggilan kepada Ibunda dari anaknya). 

"Bagi kami Amak adalah pahlawan yang sesungguhnya, yang memberikan kehidupan keenam anaknya. Beliau mempertaruhkan nyawanya saat kami dalam keadaan terpuruk dan selalu memberi semangat untuk kami bangkit," ucap Nasrul Abit.

Amak melakukan apapun agar bisa melihat anaknya meraih keberhasilan dan kesuksesan. Bahkan dengan taruhan nyawanya sekalipun. Karena keinginan dan harapan seorang Amak adalah melihat anaknya bisa jadi orang yang berhasil dan sukses tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anaknya.

Nasrul Abit memiliki enam bersaudara, empat perempuan dan dua lelaki, yaitu Nasrul Abit dan Yusuf Abit.

Menurut Nasrul Abit, Amak tetaplah wanita yang paling mulia di dunia ini, pemimpin terbaik bagi keluarga kami, yang memberi teladan agar kami hidup dalam ke Islami dan menjadikan kami dalam kesuksesan, semua ini tak lepas dari peran seorang ibu.

“Insya Allah beliau husnul khatimah," ucap Nasrul Abit.

Dalam suasana berduka, hingga larut malam masih ramai para pelayat mengunjungi kerumah duka, baik warga setempat dan beberapa pejabat melayat kerumah duka. (*)