| Ilustrasi nelayan. |
PADANG, BRAVOSUMBAR.COM
Cuaca ekstrim yang melanda Kota Padang belakangan ini menimbulkan kerugian teramat besar, terutama di kalangan nelayan, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Seorang nelayan ditemukan meninggal dan satu lainnya belum ditemukan ketika kapal bagan mereka tenggelam dihantam badai dan gelombang tinggi.
Oleh sebab itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi mengingatkan para nelayan tidak melaut untuk sementara waktu. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang juga sudah mengeluarkan prakiraan cuaca bahwa badai dan gelombang tinggi masih akan terjadi hingga Bulan Maret mendatang.
“Kita imbau para nelayan untuk tidak melaut sementara waktu. Minimal untuk sepekan ke depan. Atau jika hendak melaut juga, jangan sampai larut malam karena cuaca buruk dan tidak bersahabat biasanya terjadi di waktu malam,” kata Guswardi, Rabu (5/2/2020).
Menurutnya, nelayan sebenarnya sangat pandai membaca cuaca karena mereka sudah bersahabat dengan alam, terutama nelayan senior. Karena itu pihaknya juga meminta nelayan yang lebih senior mengingatkan nelayan yang masih mudia agar mereka membaca fenomena alam. Jangan sampai membahayakan diri jika nekat melaut.
Selama masa istirahat melaut, lanjutnya, para nelayan diharapkan mencari pekerjaan lain yang produktif. Sehingga tak sampai mempengaruhi perekonomian keluarga.
“Banyak pekerjaan yang dapat ditekuni selama istirahat, seperti beternak unggas, menjadi pengemudi ojek online, pedagang kebutuhan harian, atau pengolahan ikan. Intinya, kita berharap nelayan tak fokus dengan mata pencahariannya sebagai nelayan sehingga ketika masa tak bisa melaut biaya hidup dan kebutuhan anak istri tak terganggu,” katanya.
Ia menambahkan pada umumnya nelayan sudah tak lagi menggantungkan pencahariannya pada hasil laut. Melalui Program Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (Gepemp) yang digulirkan Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu sangat membantu mereka. Dalam program itu para istri nelayan dibekali keterampilan menjahit, bordir, atau berdagang makanan. (ip/*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar