| WNI yang menjalani masa karantina selama dua pekan setelah dievakuasi dari pusat wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. |
NATUNA, BRAVOSUMBAR.COM
Masa observasi untuk Warga Negara Indonesia (WNI) eks Wuhan di Natuna, Kepulauan Riau akan berakhir Sabtu (15/2/2020) pukul 12.00 WIB. Sebanyak 285 orang terdiri dari 238 WNI eks Wuhan, lima orang tim KBRI, 24 orang tim penjemput, dan 18 orang tim Batik Air sudah menjalani masa observasi terkait virus korona selama dua pekan sejak Minggu lalu (2/2.2020).
Selanjutnya, pemerintah akan membawa para WNI tersebut ke Jakarta sebelum pulang ke daerahnya masing-masing.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menjelaskan akan ada proses pemeriksaan lanjutan sebelum para WNI tersebut terbang ke Jakarta.
“Setelah makan siang (Sabtu), mereka akan berangkat ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta,” kata Achmad, Jumat (14/2/2020).
Data Kemenkes menyebut sebagian besar WNI di Natuna terkait virus korona itu berasal dari 30 provinsi. Usia termuda 5 tahun dengan yang tertua 64 tahun.
“Sebarannya paling banyak Jawa Timur (64 orang), Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua 8 orang, Papua Barat 6 orang, dan lainnya,” imbuh Achmad.
WNI terkait virus korona itu akan berangkat dari Natuna ke Jakarta dengan tiga pesawat TNI AU yang terdiri dari dua pesawat boeing 737 dan satu Hercules TNI AU. Pesawat itu adalah pesawat yang sama saat menjemput para WNI dari Batam ke Natuna.
Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan proses protokoler kesehatan WNI di Natuna sudah dilalui. “Petugas kesehatan selalu memantau dan memeriksa setiap hari kondisi para WNI di Natuna. Ini sudah standar protokoler kesehatan dari World Health Organization (WHO),” kata Jokowi, Jumat (15/2/2020).
Untuk itu, presiden berharap masyarakat tidak khawatir dan menerima para WNI tersebut apa adanya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Ia memastikan ke-238 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, yang menjalani observasi di Natuna bebas dari virus korona.
"Mereka siap dipulangkan besok (hari ini - red)," kata Terawan.
Ia menjelaskan dari ke-238 WNI itu terdapat satu warga Aceh yang tinggal Natuna. Dengan begitu, yang diterbangkan ke Bandara Halim Perdana Kusuma pada Sabtu (15/2/2020) sebanyak 237 orang.
"Dari Bandara Halim Jakarta mereka akan diberangkatkan ke rumah masing-masing," kata Terawan.
Terawan sendiri akan berangkat ke Natuna untuk melepas kepulangan mereka.
"Sebagai bukti mereka sehat, besok sebelum mereka terbang mereka akan melepaskan masker. Ini simbolis bahwa mereka sehat," ucap Terawan.
Terpisah, Plt Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro menyebut proses pemulangan atau pelepasan WNI peserta observasi dilakukan secara natural tanpa acara formal-seremonial. Keluarga peserta observasi dapat menjemput mereka di bandara daerahnya masing-masing. Seluruh biaya kepulangan ditanggung oleh negara.
Berikut data lengkap provinsi asal ratusan WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok:
- Aceh: 12 orang
- Bali: 2 orang
- Banten: 6 orang
- Bengkulu: 2 orang
- DI. Yogyakarta: 2 orang
- DKI Jakarta: 12 orang
- Gorontalo: 1 orang
- Jakarta: 1 orang
- Jambi: 5 orang
- Jawa Barat 13: orang
- Jawa Tengah: 9 orang
- Jawa Timur: 68 orang
- Kalimantan Barat: 4 orang
- Kalimantan Selatan: 7 orang
- Kalimantan Tengah: 4 orang
- Kalimantan Timur: 14 orang
- Kalimantan Utara: 21 orang
- Kepulauan Riau: 2 orang
- Lampung: 1 orang
- NTB: 3 orang
- Papua: 6 orang
- Papua Barat: 8 orang
- Riau: 6 orang
- Sulawesi Barat: 2 orang
- Sulawesi Selatan: 17 orang
- Sulawesi Tengah: 2 orang
- Sulawesi Tenggara: 4 orang
- Sumatera Barat: 1 orang
- Sumatera Selatan: 1 orang
- Sumatera Utara: 2 orang. (net/*)
Komentar