Donasi Untuk Pulangkan Warga Sumbar di Wamena Capai Rp4 Miliar Lebih - Bravo Sumbar

Mobile Menu

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

More News

logoblog

Donasi Untuk Pulangkan Warga Sumbar di Wamena Capai Rp4 Miliar Lebih

Rabu, 02 Oktober 2019
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi posko pengungsian perantau Sumbar di Makodim Wamena, Minggu (29/9/2019).
PADANG, BRAVOSUMBAR.COM - Bantuan dan donasi untuk memulangkan warga Sumbar di Wamena, Papua, sudah melebihi target yang direncanakan sebesar Rp2,5 miliar. Donasi itu saat ini sudah mencapai angka Rp4 miliar lebih.

"Alhamdulilah, sumbangan untuk membantu warga Sumbar di Wamena telah melebihi target yang direncanakan. Sudah terkumpul Rp4miliar lebih. Rinciannya Rp3,1 miliar dari hasil pengalangan dana di Jakarta dari perantau serta tokoh masyarakat. Kemudian di rekening 'Sumbar Peduli Sesama' ada sekitar Rp1 miliar," ujar Wagub Nasrul Abit, Rabu (2/10/2019).

Dikatakannya, sumbangan yang terkumpul itu menunjukan kepedulian masyarakat untuk warga Sumbar di Wamena sangat tinggi. Donatur yang menyumbang beragam, ada yang datang dari perorangan, organisasi kemasyarakatan, perusahaan, dan dari pemerintah daerah.

"Ini patut kita apresiasi. Kepedulian masyarakat sangat tinggi untuk membantu warga Sumbar di Wamena," tuturnya.

Selain itu kata Nasrul Abit, dikarenakan jumlah dana yang terkumpul cukup banyak dan berlebih untuk memulangkan warga asal Sumbar, maka pihaknya berencana memberikan santunan kepada korban kerusuhan.

"Hasil pembicaraan kita dengan tokoh-tokoh Sumbar, nanti kami berencana juga memberikan santunan bagi korban kerusuhan di sana. Berapa besarnya belum ditentukan," ulasnya. 

Untuk diketahui, tercatat ada 1.470 orang warga Sumbar di Wamena yang ingin pulang kampung karena kondisi tidak kondusif akibat kerusuhan berdarah tersebut. 

SUDAH 6.527 PERANTAU TINGGALKAN WAMENA 

Sementara itu, gelombang pengungsi dari Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, terus bertambah pasca-kerusuhan 23 September lalu. Tercatat 6.527 perantau telah meninggalkan wilayah Lembah Baliem hingga hari kedelapan sejak kerusuhan pecah.

Ribuan perantau itu mengungsi ke Jayapura menggunakan pesawat angkut Hercules milik TNI Angkatan Udara. Sebagian besar pengungsi merupakan wanita dewasa dan anak-anak.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Silas Papare Mayor Sus Rindar Noor mengatakan 6.527 pengungsi itu merupakan jumlah total warga yang dievakuasi dari Wamena hingga Selasa petang (1/10/2019).

“Satu pesawat bisa mencapai tiga penerbangan dalam sehari dengan kapasitas angkut 180 penumpang,” kata Rindar Noor di hanggar Landasan Udara Silas Papare, Sentani, Jayapura, kemarin.

Dia memperkirakan jumlah pengungsi akan terus bertambah beberapa hari ke depan. Hal itu menyusul masih banyak daftar tunggu warga mengantre di Bandara Wamena dan beberapa posko pengungsian. 

“Daftar tunggu masih banyak, mereka rata-rata mengungsi karena trauma berat,” ujarnya.

Sementara, Kapten Pilot Hercules Bagus P Aji mengatakan dua pesawat Hercules telah disiapkan untuk mengangkut pengungsi dari Wamena. Rencananya satu dari dua pesawat yang ada akan bertolak dari Sentani untuk mengantar pengungsi ke kampung halaman pada Rabu (3/10).

“Satu unit pesawat tetap di sini untuk proses evakuasi dari Wamena ke Jayapura. Sementara satu unit lagi akan berangkat ke Biak, Makassar, dan berakhir di Malang untuk mengantar para pengungsi,” terangnya. (rev)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar