PADANG RECOVERY PLAN PASCA GEMPA TAHUN 2010 - 2012

Iklan Semua Halaman

PADANG RECOVERY PLAN PASCA GEMPA TAHUN 2010 - 2012

Selasa, 20 Oktober 2009
PADANG ONLINE, Padang - Pascagempa berkekuatan 7,9 SR yang meluluhlantakkan Sumatera Barat, secara bertahap masing-masing daerah yang terkena dampak gempa mulai menyusun rencana pemulihan, termasuk Kota Padang yang merupakan salah satu kota yang terparah terkena gempa.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Indra Catri, saat ini pihaknya telah selesai menyusun kerangka Padang Recovery Plan atau Rencana Pemulihan Padang (RPP) pascagempa Tahun 2012 - 2012. “Rencana Pemulihan Padang (RPP) disusun berdasarkan konsep manajemen bencana yang diaplikasikan sesuai dengan karakteristik bencana dan dampaknya,” jelas Indra pada Padang Online, Selasa (20/10) kemarin. Dia menambahkan, rencana pemulihan yang disusun tersebut meliputi program rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai lanjutan program tanggap darurat yang menyangkut seluruh aspek kehidupan sosial dan pembangunan kota.

Dikatakan Indra, gempa 30 September 2009 yang lalu telah menimbulkan dampak yang besar terhadap semua aspek kehidupan, seperti aspek fisik-lingkungan, ekonomi-keuangan, sosial-budaya, politik-pemerintahan. Oleh karena itu, lanjutnya, RPP tersebut dibuat berdasarkan data dan fakta yang dikumuplukan secara lebin rinci dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita juga menyusun rencana pemulihan ini sebagai rencana transisi sekaligus revisi terhadap RPJM Kota Padang supaya proses pembangunan dapat berjalan secara normal sesuai rencana jangka panjang,” kata Indra. Dilanjutkannya, berdasarkan rencana ini dapat pula disusun cetak biru (blue print) bagi pembangunan kota untuk berbagai aspek kehidupan sebagai pelengkap bagi Rencana Pembangunan Jangka Panjang tersebut.

Oleh karena itu, katanya lagi, dalam penerapannya, rencana pemulihan ini membutuhkan badan khusus yaitu Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Padang agar proses dapat dikendalikan dan dievaluasi sesuai tahapan rencana.

“Hal ini penting karena berguna untuk percepatan dan pemantapan proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga dalam manajemen pelaksanaannya perlu dibantuk suatu badan pelaksana dibawah komando walikota dengan melibatkan aparat daerah, tenaga ahli, di samping partisipasi dari masyarakat Kota Padang sendiri,” tambahnya.

Dijelaskan Indra, RPP yang akan diterapkan itu mengusung metodologi terpadu yang menggunakan konsep manajemen bencana (disaster management). Di samping itu, imbuhnya, juga akan menggunakan konsep Pembangunan Kota Terpadu (Integrated Urban Development), Pembangunan Berbasis Komunitas (Community Based Development).

“Pereanaan dan pelaksanaannya akan dilakukan secara simultan atau berkelanjutan sesuai dengan sifat rencana yang melibatkan tim kerja terdiri dari Pejabat Pembina, Konsultan, Manajemen, dan Tim Pakar-Praktisi,” paparnya. Dia juga menjelaskan bahwa dalam fase tanggap darurat sebenarnya berbagai upaya sudah dilakukan oleh banyak lembaga dalam perencanaan pemulihan pascabencana, dan hal itu juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam RPP.

Gempa 7,9 SR yang terjadi 30 September lalu menimbulkan kerugian yang cukup parah di Kota padang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana / Diskominfo Kota Padang, jumlah korban jiwa di Kota padang mencapai 383 orang, rumah rusak berat 33.597, rusak sedang 35.816, rusak berat 37.615, dan sarana prasarana mencapai 1.600 lebih.