Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Program ‘High Impact SME’s Development Program In Sumatra’ BEDO-Sampoerna Berakhir, Puluhan UKM Siap Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 16 Juli 2020, Juli 16, 2020 WIB Last Updated 2020-07-16T08:48:36Z
Pelatihan Bussiness Development BEDO-Sampoerna Untuk Indonesia
Penutupan pelatihan Bussiness Development: High Impact SME’s Development Program in Sumatra (Export Ready)’ secara virtual, Kamis (16/7/2020).



PADANG, BRAVOSUMBAR.COM

Program pelatihan menembus pasar luar negeri bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia yang diselenggarakan Business & Export Development Organization (BEDO) - Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) resmi berakhir dan ditutup secara virtual melalui aplikasi Zoom, Kamis (16/7/2020). 

Sebelumnya, program yang digelar sejak Bulan November 2019 lalu ini telah diselenggarakan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Padang pada awal Maret 2020 lalu. Namun karena adanya pandemi covid-19, maka program yang bertajuk ‘High Impact SME’s Development Program in Sumatra (Export Ready)’ ini mengalami sejumlah penyesuaian, terutama pelatihan tidak lagi tatap muka namun dilaksanakan secara virtual.

Program Manager BEDO Jeff Kristianto, kepada BRAVOSUMBAR.COM, menuturkan di antara penyesuaian dan perubahan yang dilakukan dalam kegiatan itu antara lain membuat FB Page Local Support Local dengan mengarahkan UKM untuk melakukan penjualan secara online, menjadi member B2B di Alibaba.com, bekerjasama dengan etoobai.com di Amerika dengan harapan produk UKM bisa masuk di pasar Amerika, dan bekerjasama dengan Character Land untuk mendorong UKM mulai melakukan penjualan secara online.

“Program ini adalah program pelatihan dan pendampingan bagi UKM yang bertujuan mempersiapkan para UKM agar menjadi siap untuk memasuki pasar ekspor,” tuturnya.

Ia menjelaskan, program ini diawali dengan melakukan aktivitas audiensi kepada pemerintah keempat kota, yaitu Padang, Palembang, Medan, dan Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kepada UKM terpilih untuk memahami lebih jauh kesesuaian kondisi UKM untuk dapat mengikuti program. Setelah itu baru diadakan pelatihan yang dibagi dalam dua kategori, yaitu modul Export Marketing Plan bagi UKM yang produknya sudah memenuhi standar ekspor dan modul Marketing Plan bagi UKM yang belum siap untuk ekspor. 

Diterangkannya, pelatihan atau workshop tatap muka dilakukan di Kota Palembang dan Padang sebelum pandemi covid-19 melanda. Sedangkan untuk UKM di Kota Medan dan Lampung pelatihan dilakukan secara online. Hal itu juga dikarenakan para UKM dari Medan dan Lampung tersebut merupakan peserta dari pelatihan ekspor yang dilaksanakan oleh Kementrian Perindustrian.

Pelatihan UKM BEDO-Sampoerna
Program Manager Bussines & Export Development Organization (BEDO) memberikan pemaparan pada acara ‘Bussiness Development: High Impact SME’s Development Program in Sumatra’ di Hotel HW, Padang, Bulan Maret 2020 lalu.

Menurutnya, bagi UKM Kelas Export Ready diberi materi yang lebih spesifik tentang cara memasuki pasar ekspor, menghitung FOB, dan pameran dagang. Sedangkan UKM Kelas Business Development diberi materi tentang pengembangan bisnis, kemasan, dan menghitung HPP. Selain itu UKM juga diberikan soal pre-test dan post-test tentang materi yang diberikan. 

“Dari total 100 UKM lebih, terpilih 61 UKM yang lulus dan mendapatkan pelatihan yang lebih intensif bersama trainer pendamping,” ungkap Jeff.

Lebih lanjut dipaparkannya, berdasarkan hasil evaluasi melalui penyebaran kuesioner kepada para peserta, mayoritas merasa sangat puas terhadap materi pelatihan, program pendampingan, serta program pemasaran yang telah dilakukan. Bahkan, sekitar 70 persen peserta mengakui omzet bulanan mereka sudah lebih tinggi meski di tengah suasana pandemi. Hebatnya, ada beberapa peserta yang menunjukkan kenaikan omzet lebih tinggi dari sebelum pandemi terjadi.

“Program ini telah selesai dilaksanakan Bulan Mei 2020 lalu namun baru ditutup secara resmi hari ini (kemarin - red)  secara daring dengan mengundang stakeholder utama, kepala dinas sejumlah daerah, dan dari pihak Kementerian Perindustrian serta peserta pelatihan,” pungkasnya. 

Sekadar informasi BEDO yang berkantor pusat di Denpasar, Bali, merupakan yayasan nonprofit bagi UMKM yang berkomitmen untuk memberikan edukasi tentang tata kelola pengembangan yang komprehensif kepada sektor dunia usaha. BEDO juga bermitra dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan serta telah memberikan pelatihan kepada ribuan UMKM di sejumlah daerah di Indonesia. (rev)
Komentar

Tampilkan

  • Program ‘High Impact SME’s Development Program In Sumatra’ BEDO-Sampoerna Berakhir, Puluhan UKM Siap Tembus Pasar Ekspor
  • 0

Terkini

Topik Populer