Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Ini Kategori PNS yang Berkemungkinan Tidak Terima Gaji 13 dan THR Akibat Corona

Selasa, 07 April 2020, April 07, 2020 WIB Last Updated 2020-04-07T13:05:29Z

Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA, BRAVOSUMBAR.COM

Pemerintah memastikan gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap akan dicairkan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi anggaran untuk THR dan gaji ke-13 itu telah disiapkan dan sedang diusulkan kepada Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, gaji ke-13 dan THR hanya akan dibayarkan kepada PNS golongan I, II, dan III.

Sedangkan anggaran untuk THR dan gaji ke-13 ASN kelas atas seperti pejabat negara, baik para menteri, pejabat eselon I dan II di kementerian dan lembaga (K/L), hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih belum pasti. Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskannya dalam Sidang Kabinet (Sidkab) yang digelar beberapa minggu ke depan.

"Presiden minta kalkulasinya difinalkan agar nanti diputuskan dalam Sidkab minggu-minggu ke depan," ujar Menkeu Sri Mulyani, Selasa (7/4/2020). Dia menegaskan saat ini prioritas anggaran tengah difokuskan pada penanganan Covid-19.

Sebelumnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Sri sempat menjelaskan bahwa penerimaan negara berpotensi turun sebesar 10 persen pada 2020 ini. Di sisi lain, belanja pemerintah terus meningkat seiring dengan kenaikan kebutuhan, terutama di sektor kesehatan maupun jaminan sosial. Kondisi ini membuat pemerintah harus menyisir pos belanja yang bisa dipangkas, termasuk mempertimbangkan pencairan THR dan gaji ke-13.

Menkeu merinci alokasi belanja untuk sektor kesehatan sebesar Rp75 triliun ditujukan untuk meningkatkan kapasitas 132 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. Angka itu juga termasuk untuk membeli alat pelindung diri (APD) dan pemberian insentif tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Kemudian untuk jaminan sosial, pemerintah menyediakan Rp110 triliun untuk program keluarga harapan (PKH), kartu sembako murah, hingga bantuan langsung tunai (BLT) yang rencananya akan diberikan kepada 9 juta penerima.

KORPRI MINTA PEMERINTAH UTAMAKAN THR UNTUK PENSIUNAN ASN DAN GURU

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Zudan Arif Fakrulloh meminta agar pemerintah memprioritaskan para pensiunan, guru, serta pegawai golongan 1 dan golongan 2 dalam pembayaran THR bagi PNS.

"Saya rasa mereka perlu sekali THR," ujar Zudan.

Dia menegaskan, Korpri memahami betul keputusan negara dengan kondisi keuangan yang saat ini memang cukup berat akibat imbas dari pandemi Covid-19. Ia pun meyakini bahwa negara akan memikirkan dengan sangat baik kebijakannya.

Zudan mengingatkan bahwa dalam kondisi seperti ini ASN termasuk ke dalam profesi yang aman ketimbang sektor lain, seperti sektor informal yang saat ini sangat terhantam dampak Corona. Karena itu, ia menyerukan kepada para ASN untuk melakukan aksi solidaritas nasional. Salah satunya berkenaan dengan THR mereka.

"Mengenai THR, dalam kondisi luar biasa ini, kita dituntut untuk berpikir dan bertindak luar biasa, termasuk ASN. Kalau bisa mari seluruh ASN sumbangkan kepada negara THR-nya untuk negara, agar negara bisa leluasa menggunakannya untuk keperluan lain," ungkap Zudan.

Dia mengatakan saat ini THR untuk para pensiunan, ASN, TNI dan Polri bisa mencapai Rp35 triliun dan dinilai cukup besar. Sehingga kalau para pegawai negeri, khususnya yang masih aktif bisa menyumbangkan THR-nya untuk negara, maka negara bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Karenanya, THR hanya untuk pensiunan, guru, dan PNS golongan 1 dan 2. Sementara, untuk para pejabat, misalnya dari eselon I dan eselon 2, menurut dia kehidupannya sudah mencukupi.
"Apapun keputusan negara kami mendukung, tapi kalau bisa solidaritas ASN menyumbangkan THR-nya akan lebih baik," jelasnya.

IMBAU PNS SISIHKAN GAJI

Zudan juga mengimbau ASN agar menyisihkan gajinya untuk membantu sesama di masa wabah ini. Dirjen Dukcapil Kemendagri ini mengajak seluruh ASN menyumbangkan sebagian penghasilan mulai dari sekarang sampai dengan berakhirnya Pandemi Corona ini.

"Bila 4,2 juta ASN menyumbangkan masing-masing Rp50 ribu per bulan, maka akan terkumpul Rp210 miliar per bulan," tukasnya.

Selain sumbangan dana tersebut, dapat dalam bentuk sumbangan lain yang juga dibutuhkan oleh masyarakat seperti makanan, alat alat pelindung diri, masker, sabun, hand sanitizer dan lain-lain.

"Saudaraku ASN tercinta, apapun itu kontribusi rekan-rekan semua akan menjadikan Ibu Pertiwi tersenyum dan menjadi pintu terbukanya ridho dan rahmat Allah SWT kepada seluruh bangsa Indonesia. Semoga Covid 19 segera diambil oleh Allah SWT," pungkasnya. (lec/snc)
Komentar

Tampilkan

  • Ini Kategori PNS yang Berkemungkinan Tidak Terima Gaji 13 dan THR Akibat Corona
  • 0

Terkini

Topik Populer