M Fikar :Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hablumminallah Hablumminanas -->

Iklan Semua Halaman

M Fikar :Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hablumminallah Hablumminanas

Minggu, 09 Februari 2020


M Fikar Dt Rajo Magek S Ag, MM, M.Pd

PADANG, BRAVOSUMBAR - Warga Komplek PGRI terutama warga RT, 03 RW III antusias mengikuti acara Tabligh Akbar yang dibawakan oleh Ustadz M Fikar Dt Rajo Magek dengan judul "jaga keseimbangan hablumminallah" Kegiatan tabligh akbar yang dilaksanakan di Musalla Baitur Rahim kelurahan Kuranji, Sabtu (8/2/2020) malam tersebut berlangsung khidmat.

Dalam penyampaiannya, M Fikar Dt Rajo Magek mengatakan, Islam bukanlah agama yang memerintahkan hanya sekedar beribadah saja kepada Allah tanpa memikirkan kehidupan dunia dan menjaga hubungan baik sesama muslim. Namun sebaliknya menjaga hubungan baik sesama manusia serta hubungan sesama makhluk sosial lainnya.

"Setiap ibadah yang diperintahkan Allah SWT tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal yaitu hubungan ubudiyah kita kepada Allah SWT (Hablumminallah). Sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk lainnya, " ujar M Fikar yang juga Ketua BMPN Pauh IX Kuranji ini.

Dia menambahkan. Bahkan, salah satu karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW adalah adanya iman dan taqwa yang kuat kepada Allah SWT, itu sejalan dan berbanding lurus dengan terciptanya ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim sehingga lahirnya persatuan umat Islam yang kuat.

Oleh karena itu, M Fikar juga mengingatkan kepada kita betapa pentingnya sholat 5 waktu yang selalu di kerjakan, karena dengan melaksanakan sholat 5 waktu. Kita senantiasa terlindungi dari Hal – hal negatif dan Allah SWT selalu menaungi serta sebagai pintu amal.

Berkaitan dengan itu, mengutip dari salah satu hadits yang diriwayatkan oleh At – Thoyalis dari Ubadah Ibn Shomith. Apabila ada seseorang berupaya memperbaiki sholatnya, menyempurnakan ruku’nya dan menyempurnakan sujudnya, maka sholat itu akan mendo’akan kepada orang tersebut.

“Semoga Allah menjaganya sebagaimana ia menjaga sholatnya. Dan apabila ada seseorang yang tidak mau memperbaiki sholatnya, tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka sholat itu akan mendoakan. Semoga Allah senantiasa membiarkanmu/mengabaikanmu”, tuturnya.

Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya hubungan manusia dengan sang pencipta Allah Azza Wajalla (Hablumminallah). Karena apa yang dilakukan dan apa yang kerjakan di dunia ini tidak lain dan tidak bukan melainkan untuk bekal kembali menghadap kepadanya.

Disamping harus menjaga hubungan kepada Allah SWT, perlu juga menjaga hubungan terhadap sesama manusia (Hablumminannas), sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Ibnu Asa’akir dari Zaid Ibn Arqom.

“Ketika keluar salah satu dari kalian untuk bepergian, maka hendaklah ia berpamitan dan meminta do’a kepada saudaranya. Karena Allah SWT menjadikan do’a (dari saudaranya tersebut) itu menjadi sebuah berkah, " tambahnya.

Berkaitan dengan hadits ini, sebagai manusia kita perlu menjaga hubungan antara sesama manusia dan tidak memutus tali silaturrahmi antar sesama umat manusia.

Ini berkaitan pula dengan pekerjaan kita sebagai abdi negara, sesuai dengan peraturan yang ada, bahwasannya sebagai pegawai yang baik hedaknya meminta izin kepada atasan kita ketika kita akan melakukan kegiatan di luar kantor. Karena dengan ini lah keberkahan yang dikatakan dalam hadits diatas akan menaungi kita kemanapun dan dimanapun kita berada, katanya.

Selain itu, M Fikar juga mengatakan, hal ini serupa dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ad – Dailany dari Ibn Abbas yang berbunyi, “ada 4 do’a yang akan senantiasa di ijabah oleh Allah SWT:

Pertama, do’a orang yang pergi haji, do’a orang yang berperang (Jihad Fi Sabilillah) sampai mereka kembali., do’a orang sakit sampai ia sembuh (orang teraniaya) dan yang terakhir do’a seseorang kepada saudaranya ketika saudaranya tidak ada/bepergian.

"Dari hadits di atas, kita dapat menarik kesimpulan betapa berharganya hubungan antara sesama manusia, karena hanya dengan mendo’akan keselamatan saudara kita dalam keadaan apapun maka keberkahan dan keselamatan akan bersama kita baik di dunia dan kelak di akhirat nanti (Insya Allah), "ujarnya. (*naldi)