625 Pembunuhan Terjadi Sepanjang 2018, Manusia Makin Brutal? -->

Iklan Semua Halaman

625 Pembunuhan Terjadi Sepanjang 2018, Manusia Makin Brutal?

Jumat, 23 November 2018
ilustrasi pembunuhan

JAKARTA, BRAVOSUMBAR - Data Mabes Polri hingga Oktober 2018 sebanyak 625 kasus pembunuhan telah terjadi pada tahun 2018.

"Dari data kasus pembunuhan sampai dengan bulan Oktober 2018 jumlah kejadian ada 625 kasus," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (22/11/2018).

Dari data tersebut, sebanyak 574 kasus diantaranya berhasil diungkap Polri. Dedi pun mengungkapkan keprihatinan terhadap fenomena tersebut meskipun jajaran Polri dengan cepat mampu mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

TIGA PEMBUNUHAN SADIS DALAM SEPEKAN TERAKHIR

Dalam sepakan ini saja, terjadi tiga kasus pembunuhan sadis yang menyita perhatian publik. Mulai dari kasus pembunuhan satu keluarga, pembunuhan sadis yang korbannya dibuang di dalam tong plastik, hingga pembunuhan dengan korban disimpan dalam lemari. Berbagai motif dilakukan pelaku untuk membunuh korban-korbannya. Kebanyakan korbannya dibunuh dengan cara-cara keji yang tidak manusiawi

1. Pembunuhan Satu Keluarga

Diawali dengan kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Bojong Nangka RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa (13/11/2018) dini hari. Empat korban tewas satu keluarga yakni Diperum Nainggolan (ayah), Maya Ambarita (ibu), Sarah Nainggolan (anak), dan Arya Nainggolan (anak).

Keempatnya mengalami luka akibat benda tumpul. Ditemukan juga bercak darah di tubuh korban Diperum Nainggolan bersama istrinya. Sementara kedua anak Diperum tewas karena kehabisan oksigen karena dicekik pelaku. Dalam kasus in polisi telah berhasil menangkap tersangka yang bernama Haris Simamora. Dia ditangkap Rabu (14/11/2018) di daerah Garut, Jawa Barat, saat hendak melarikan diri ke Gunung Guntur.

Haris Simamoradiketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan Maya Ambarita, istri Diperum. Motif pembunuhan ialah rasa kesal terhadap korban Diperum Nainggolan karena sang korban sering memarahi tersangka. Selain itu, persoalan pengelolaan rumah kontrakan juga disebut-sebut menjadi pemicu pembunuhan tersebut.

2. Pembunuhan Dufi, Mayatnya Ditemukan Dalam Tong Plastik

Pembunuhan sadis yang kedua adalah pembunuhan mantan jurnalis, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi. Mayat dufi ditemukan di dalam tong plastik berwarna biru pada Minggu (18/11/2018) di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanungga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mayat Dufi pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung. Polisipun telah berhasil menangkap tersangka yang bernama M Nurhadi dan istrinya, Sri. Keduanya ditangkap di Kelurahan Bantargerbang, Bekasi pada Selasa (20/11/2018) siang. Hingga kini, belum diketahui secara pasti motif tersangka melakukan pembunuhan. Namun diduga kuat pelaku ingin menguasai harta korban.

3. Pembunuhan Pemandu Lagu, Mayatnya Disimpan Dalam Lemari

Selasa pagi (20/11/2018), ditemukan sesosok mayat perempuan di lemari kamar indekos di rumah Kost 21 Jalan Mampang Prapatan VIII, Gang Senang, Kompleks Bapenas RT 3 RW 1, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta. Korban bernama Ciktutui Iin Puspita (22 tahun) yang berprofesi sebagai pemandu lagu dan bekerja pada malam hari.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya memastikan Iin Puspita merupakan korban pembunuhan. 

"Dari olah TKP, kami temukan tindak pidana pembunuhan karena ada bekas luka yang kami temukan, tapi kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Informasinya, korban dipukul pada bagian kepala oleh pelaku dengan palu. Dua orang yang diduga pelaku pembunuhan pun saat ini telah diamankan polisi saat melintas di Kabupaten Merangin, ketika hendak melarikan diri ke Padang, Sumbar, Selasa sore (20/11/2018). Mereka adalah Y (24 tahun) dan NR (17 tahun), sepasang kekasih yang tinggal di Jakarta.

Pembunuhan tersebut dilakukan karena keduanya kesal ditipu korban. Kepada petugas, tersangka Y mengatakan pada malam kejadian, Senin (19/11), korban pulang ke indekosnya sembari marah-marah dan bertengkar hebat dengan pacar Y, yakni NR.

Pertengkaran itu dipicu masalah uang cas. NR yang juga bekerja sebagai wanita pendamping tamu klub malam itu, dijanjikan uang cas Rp1,2 juta oleh korban. Tapi, nyatanya NR hanya diberi Rp500 ribu. Kesal dengan pertengkaran itu, Y kemudian memukul korban dengan sebuah palu di bagian kepalanya. Karena pukulan itu, korban mengeluarkan banyak darah. Diduga kehabisan darah, akhirnya korban tewas di tempat. Karena panik, kedua pelaku mencoba menyembunyikan korban di dalam lemari pakaian. (sumber: tribunnews)